Aksi Nyalakan Lilin di Kaltara Belasungkawa Tragedi Bom Surabaya

Masyarakat Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara mengutuk keras aksi teror yang mendera Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur

Aksi Nyalakan Lilin di Kaltara Belasungkawa Tragedi Bom Surabaya
tribunkaltim.co/mathias masan ola
Perarakan lilin Paskah dari halaman samping gereja Kilometer 15 Karang Joang pada Malam Paskah, Sabtu (30/3/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Masyarakat Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara mengutuk keras aksi teror yang mendera Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, termasuk yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, beberapa hari lalu. Mereka melakukan aksi menyalakan lilin di Tugu Cinta Damai, tadi malam.

Aksi menyalakan lilin dilalukan Aliansi Masyarakat Bulungan dari berbagai tokoh lintas etnis, agama, suku, dan pemuda, dan mahasiswa. Aksi solidaritas berlangsung di Tugu Cinta Damai, Tanjung Selor, ibukota Provinsi Kaltara, Senin (14/5) malam. Mereka menyalakan lilin sebagai tanda belasungkawa kepada korban dan kecaman terhadap aksi teror.

Selain tokoh lintas etnik, suku, dan agama juga turut hadir dalam aksi ini Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala dan Ketua DPRD Bulungan Syarwani.

Baca: Jadi Jalur Perlintasan Kelompok Radikal, DMI Pantau dan Dialog dengan Kelompok Berpotensi Radikal

"Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Terorisme dan radikalisme harus dilawan bersama-sama" kata Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala.

Wakil Bupati juga menilai cepat tanggapnya masyarakat di Bulungan merespon peristiwa di Surabaya adalah hal yang patut diapresiasi. Ia meminta perbedaan suku, agama, dan ras di Bulungan diimplementasikan sebagai kekuatan untuk membangun Bulungan sekaligus membuktikan kepada negara bahwa Bulungan sangat toleran dan anti terhadap aksi terorisme dan paham radikal.

"Atas nama Pemkab Bulungan, kami juga sangat berterimakasih atas kerja keras Polri dan TNI yang sudah menjaga Bulungan tetap kondusif dan bersatu," katanya.

Ketua DPRD Bulungan Syarwani dalam sambutannya mengucapkan duka cita mendalam terhadap keluarga korban. Ia mengajak masyarakat Bulungan terus menjaga persatuan dan kesatuan serta memastikan diri memerangi aksi-aksi radikal dan terorisme.

"Masyarakat harus memerangi radikal dan terorisme. Kami juga minta terus bersinergi dengan aparat TNI/Polri," ujarnya.

Baca: Tolak Ikut Pelajaran Agama dan PKn, Bocah SD Pelaku Bom Gereja Punya Cita-cita Langka

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tujuannya ingin memecah belah persatuan bangsa.

Politisi Partai Golkar ini juga menekankan kepada mahasiswa agar mawas diri dan mencegah upaya intimidasi dan cuci otak yang tujuannya untuk melakukan aksi teror.

"Kita harus komitmen menjaga stabilitas daerah ini untuk kebutuhan NKRI," ujarnya.

"Kejadian di Surabaya dan Sidoarjo adalah aksi pengecut dan licik dari orang-orang yang ingin memecah belah NKRI," tambahnya.

Yunus Luat, salah seorang tokoh masyarakat di Bulungan meminta TNI/Polri bekerja keras memastikan stabilitas keamanan negara. Termasuk juga meminta aparat mengusut tuntas jaringan pelaku teror.

Baca: Matangkan Taktik Jelang Laga Away, Pesut Etam Segera Uji Coba Kontra Tim Lokal Samarinda

"Masyarakat juga harus menghindari ujaran kebencian dan anti NKRI. Harus bersatu. Kalau kita bersama, apapun, siapapun dia, kita pasti kuat. Jangan takut teror. Kita jaga Bulungan dan Kaltara.. Kita ingin pembangunan di Kaltara semakin baik dan maju," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help