Kukar dan Samarinda Akhirnya Sepakati Batas Wilayah

Dan ketiga, persoalan tapal batas di seputaran patung Lembuswana yang ada di jalan poros Samarinda-Kukar.

Kukar dan Samarinda Akhirnya Sepakati Batas Wilayah
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan tapal batas antara dua daerah bertetangga yakni Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya menemui titik temu.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, dari total 167,4 kilometer persegi luas batas yang dipersoalkan, tinggal tersisa hanya 300 meter persegi saja yang belum tuntas.

Masih dalam catatan Tribunkaltim.co, sedikitnya ada 3 persoalan mengemuka, yang berkaitan dengan tapal batas tersebut.

 
 

Pertama, masalah SDN 005 di Sungai Siring, Samarinda Utara yang mencuat tahun 2013 lalu.

Imbas dari tidak jelasnya tapal batas, SDN yang berada tepat di perbatasan Samarinda - Kukar ini, sudah lebih dari 30 tahun bangunan tidak pernah direhab.

Mengacu pada Ketetapan Gubernur Kaltim pada tahun 2011, sekolah ini berdiri di wilayah Kukar. Namun bangunan sekolah dibangun dengan menggunakan APBD Kota Samarinda.

Kala itu, persoalan tapal batas ini sempat melebar hingga ke persoalan yang menyangkut Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di bawahnya, yakni batubara.

Kedua, persoalan tapal batas di seputaran Batu Cermin, Sempaja Utara. Hampir sama dengan di Sungai Siring, masalah tapal di titik ini juga sempat mengakibatkan SDN 009 di Batu Cermin bertahun-tahun tidak bisa direnovasi.

Halaman
123
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help