Teror Bom Surabaya

Pernah Alami Kejadian Serupa, Duka Keluarga Korban Bom Kental Terasa di Samarinda

Secara pribadi dan atas nama PGI Kaltim, Analitas mengaku sangat prihatin dengan terjadinya teror bom di Jawa Timur ini.

Pernah Alami Kejadian Serupa, Duka Keluarga Korban Bom Kental Terasa di Samarinda
Instagram
Ungkapan duka cita terhadap aksi teror di Surabaya dari Borneo FC 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terus berulangnya teror bom di Jawa Timur, ternyata menimbulkan kepedihan yang sangat mendalam bagi Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kaltim.

Ketua PGI Kaltim, Analita Migang kepada Tribunkaltim.co, Senin (14/5/2018) mengaku tak bisa membayangkan bagaimana umat khususnya anak-anak, yang ingin beribadah justru harus dihadapkan kepada teror bom. 

Apalagi sebagai daerah yang pernah mengalami kejadian teror serupa di tahun 2016 lalu, duka yang dirasakan keluarga para korban di Jawa Timur menurutnya sangat kental terasa.

Secara pribadi dan atas nama PGI Kaltim, Analitas mengaku sangat prihatin dengan terjadinya teror bom di Jawa Timur ini.

Apalagi, peristiwa ini telah mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit, termasuk anak-anak.

"Kita sangat prihatin. Terus berulang. Jadi seakan-akan kita ini tinggal menunggu giliran saja. Dari kota satu ke kota yang lain," ujar Analita.

Terus berulangnya teror bom ini menurutnya perlu mendapat perhatian khusus dari pihak-pihak terkait, khususnya kepolisian.

Terorisme ini, tegasnya, harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved