Teror Bom Surabaya

Berstatus Aktif Anggota Polisi, Begini Kegeraman Pemain Persiba dengan Teror di Surabaya

Hal ini membangkitkan kenangan Alam ketika masih bertugas dengan seragam Brimob di Poso beberapa tahun lalu.

Berstatus Aktif Anggota Polisi, Begini Kegeraman Pemain Persiba dengan Teror di Surabaya
TRIBUN KALTIM/IMADUDDIN ABDUR RACHIM
Ikhfanul Alam bersama pelatih Persiba, coach Wanderley Junior saat berlatih di stadion Batakan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Abdur Rachim

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ikhfanul Alam pemain Persiba Balikpapan yang juga merupakan anggota aktif kepolisian berstatus dispensasi prestasi untuk menjadi atlet sepak bola geram dengan teror yang terjadi di Kota Surabaya.

Hal tersebut disampaikannya melalui pesan singkat kepada tribunkaltim.co, Selasa (15/2/2018).

"Merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam permasalahan tersebut, tapi saya juga punya tanggung jawab yang tak kalah pentingnya untuk Persiba," katanya.

Baca: Dinas ESDM Minta PLN Jaga Kehandalan Pembangkitnya Hadapi Dua Kali Beban Puncak saat Ramadhan

Teror bom yang belakangan terjadi dalam dua hari di Kota Surabaya, 3 gereja pada Minggu (13/5/2018) dan Polresta Surabaya pada Senin (14/5/2018) kemarin.

Hal ini membangkitkan kenangan Alam ketika masih bertugas dengan seragam Brimob di Poso beberapa tahun lalu.

"Saya ingat betul dua tahun yang lalu saat bertugas di Poso selama sembilan bulan, dan berhadapan dengan teroris disana. Pernah suatu waktu, saya hampir meninggal saat baku tembak disana. Alhamdulillah masih dalam perlindungan Allah SWT dan sehat walafiat hingga sekarang," kata pemuda kelahiran Malang 17 Februari 1992 itu.

Baca: Dongkolnya Ustaz Abdul Somad, Video Ceramah Bom Bunuh Diri Dipotong lalu Dituduh Begini

Mantan pemain Kalteng Putra musim 2017 ini pun berharap agar permasalahan teror di negeri ini segera selesai agar tidak terus berjatuhan korban.

Dan berharap untuk keselamatan teman-temannya yang masih bertugas di kesatuannya.

Baca: Polisi Temukan Buku Panduan Teroris Saat Menyamar Jadi Warga Biasa, Bacanya Ngeri

"Mari bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia untuk memberantas hal seperti ini agar Indonesia kembali damai dan tidak ada lagi korban jiwa. Saya juga berdoa untuk teman teman di tempat tugas semoga selamat dan sehat selalu mengemban tugas negara," katanya. (*)

Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help