Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

DLH Sesalkan Warga Cabut 3.401 Mangrove yang Terkena Tumpahan Minyak, Ini Alasannya

Tumpahan minyak selain mencemari perairan juga membawa dampak bagi tanaman mangrove yang tumbuh di beberapa pesisir Kota Balikpapan.

DLH Sesalkan Warga Cabut 3.401 Mangrove yang Terkena Tumpahan Minyak, Ini Alasannya
Tribunkaltim.co/ Aditya Rahman
pengangkatan ribuan pohon mangrove yang mati akibat cemaran minyak di Teluk Balikpapan, hari Jumat (13/4/2018) di Kampung Atas Air, kelurahan Margasari, Balikpapan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Ayuk Fitri

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tragedi tumpahan minyak mentah milik Pertamina yang diikuti kebakaran terjadi pada Sabtu (31/3/2018) mengakibatkan tercemarnya perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bahkan tumpahan minyak tersebut menyebar hingga ke arah hulu Teluk Balikpapan.

Menurut pantauan citra satelit pada (2/4/2018), luas estimasi tumpahan minyak mencapai 13.559,5 hektare

Tumpahan minyak selain mencemari perairan juga membawa dampak bagi tanaman mangrove yang tumbuh di beberapa pesisir Kota Balikpapan.

Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co pada saat insiden terjadi, tumpahan minyak yang paling tampak yakni mencemari lingkungan di kawasan Konservasi Mangrove atau Hutan Bakau, Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat.

Aroma minyak begitu menyengat dihirup oleh warga sekitar.

Salah seorang warga Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikapapn Barat mengelap batang mangrove yang tercemar tumpahan minyak dengan tisu khusus.
Salah seorang warga Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikapapn Barat mengelap batang mangrove yang tercemar tumpahan minyak dengan tisu khusus. (TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO)

Baca: Warga Cabut Ribuan Pohon Mangrove Akibat Tumpahan Minyak Pertamina

Belum lagi kondisi air yang menggenangi tanaman mangrove berwarna hitam pekat.

Dampak visual yang terlihat nyata yaitu tumpahan minyak berwarna hitam menempel pada bagian akar, batang hingga daun mangrove yang tumbuh berwarna hijau.

Selang beberapa hari setelah insiden, berbagai cara dilakukan oleh warga guna menyelamatkan mangrove dari ancaman kematian akibat terkontaminasi tumpahan minyak.

Halaman
1234
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help