Teror Bom Surabaya

Kapolri Sebut Teror Bom Surabaya Didalangi JAD, Ini Data Kelompok Pendukung ISIS Tersebut

Ia mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi atas keberhasilan polisi meringkus dua petinggi JAD, Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

Kapolri Sebut Teror Bom Surabaya Didalangi JAD, Ini Data Kelompok Pendukung ISIS Tersebut
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Polisi memeriksa seorang yang dicurigai membawa tas berisi bom di kawasan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). sekitar pukul 08.50 WIB, menyebabkan 4 anggota polisi dan 6 warga terluka. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tak kurang Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengklaim serangkaian serangan teror di Jakarta dan Surabaya merupakan "tindakan balas dendam" kelompok Jemaah Ansharut Daulah alias JAD.

Ia mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi atas keberhasilan polisi meringkus dua petinggi JAD, Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

"Serangan ini dilakukan JAD yang merupakan kelompok pendukung ISIS di Indonesia dan didirikan Aman Abdurrahman," kata Tito kepada The Jakarta Post. "Mereka maunya main panas. Begitu ada penangkapan, maunya ada pembalasan,” imbuhnya lagi.

Baca: Ada Kampung Arab di Jalan Sudirman Nuansa Ramadan Makin Terasa

Baca: Pimpin GEPAK Kaltim, Nazaruddin Segera Bentuk Kepengurusan

Baca: Pansus DPRD Kaltara Himpun Masukkan dalam Uji Publik

Serangan di Surabaya diduga dikoordinasikan oleh Dita Supriyatno, Ketua JAD Surabaya. Ia dikabarkan mengerahkan anggota keluarganya dan tewas saat meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

JAD dibentuk pada 2015 silam oleh 21 organisasi teror yang mendeklarasikan kesetiaan pada Islamic State, seperti Majelis Indonesia Timur dan Barat, Ikhwan Mujahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dll.

Sejak itu organisasi ini sudah berulangkali melancarkan serangan di Tanah Air.

Baca: Debat Cagub Ricuh, Paslon Nomor Urut 3 Keluarkan Kaos #2019GantiPresiden

Baca: Pernah Alami Kejadian Serupa, Duka Keluarga Korban Bom Kental Terasa di Samarinda

Baca: Ketua Presidium Minta DOB Apo Kayan Diprioritaskan

Ketika masih dipimpin Aman, JAD antara lain bertanggungjawab atas serangan bom Thamrin dan Kampung Melayu, bom di Polres Surakarta, penyerangan Mapolres Banyumas, bom panci di Bandung, baku tembak di Tuban, Jawa Timur, penyerangan pos kepolisian di Banten dan pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda.

Pertautan Aman dengan ISIS mulai tercium publik ketika dia mengeluarkan fatwa jelang serangan bom Thamrin 2016 silam.

"Berhijrahlah ke negara Islam dan jika tidak mampu, maka berjihadlah di negara masing-masing," tulisnya.

Baca: Usai Nyatakan Sikap, Para Pemuka Agama Berdoa Sesuai Ajaran dan Kepercayaan Masing-masing

Baca: Antisipasi Aksi Teror Polisi Jaga Tempat Ibadah

Baca: Teror Bom Guncang Surabaya, Pengamanan Objek Vital PLN Kaltim Kaltara Diperketat

Sejak 2017 silam pemerintah AS menempatkan JAD dalam daftar organisasi teror dan melarang semua perusahaan AS berurusan dengan kelompok tersebut.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help