Parenting

Marak Pengeboman di Indonesia, Bagaimana Menjelaskan Peristiwa Terorisme pada Anak?

Sebagai orangtua kita tentu harus melindungi anak dari dampak negatif pemberitaan tersebut.

Marak Pengeboman di Indonesia, Bagaimana Menjelaskan Peristiwa Terorisme pada Anak?
John Howard
Ilustrasi anak memeluk ibu 

TRIBUNKALTIMCO -- Rentetan aksi terorisme yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tentu menimbulkan rasa cemas dan takut, termasuk pada anak yang tak luput dari paparan berita dari media.

Sebagai orangtua kita tentu harus melindungi anak dari dampak negatif pemberitaan tersebut.

Apalagi dalam beberapa hari ke depan masih banyak orang yang akan membahasnya.

“Anak memang tidak disarankan nonton berita langsung dari televisi, apalagi yang menampilkan grafis atau video aksi kekerasan,” kata psikolog Anastasia Satriyo M.Psi saat dihubungi Kompas.com (14/5/2018).

Ia mengatakan, paparan berita tersebut berdampak negatif pada otak dan juga mental.

Baca: Video Al Ghazali Tampak Mabuk Beredar, Begini Komentar Ahmad Dhani

Menurut Anastasia, yang menjadi masalah adalah jika kita sebagai orangtua sudah membatasi, tapi ada orang dewasa lain di rumah yang tidak memahami efek negatif pemberitaan aksi terorisme pada anak.

Meski anak belum sepenuhnya paham pada aksi terorisme, tapi berbagai informasi tersebut bisa membangkitkan rasa ingin tahu anak.

Apalagi anak memandang lingkungan secara hitam putih. Bisa jadi mereka akan cemas dan takut.

“Ajak anak ngobrol, sebelum menjawab pertanyaannya, cari tahu dulu apa saja informasi yang sudah ia dengar dan bagaimana pemahamannya,” kata psikolog dari lembaga psikologi Tiga Generasi ini.

Baca: Kawasan Wonorejo Balikpapan Dilahap si Jago Merah

Anastasia menyarankan agar orangtua menjawab pertanyaan anak secara netral, sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help