Panggil Roh Leluhur, Lancarkan Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Ritual ini sekaligus untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Dayak yang sangat menghormati dan meniscayai roh leluhur

Panggil Roh Leluhur, Lancarkan Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Istimewa
Masyarakat adat Dayak menggelar ritual Besepaq di kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat hingga kini Tak kunjung disahkan DPR RI. Padahal RUU terkait pengakuan dan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat ini sejak tahun 2009 sudah diakomodasi dalam program legislasi nasional.

Acap kali perjuangan Masyarakat Adat hingga ke Senayan belum berbuah hasil memuaskan. Namun, hal itu tak lantas mematahkan asa masyarakat Adat untuk berjuang dengan cara lain demi kelancaran proses legislasi RUU tersebut.

Seperti yang dilakukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kutai Barat belum lama ini. AMAN Kutai Barat melakukan ritual khusus yang dinamakan Besapaq / Besawei oleh komunitas adat sub suku Dayak, Dayeq Jumetn Tuwayatn, di kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (11/5/2018).

Baca: Bawa Badik Saat Ribut dengan Warga Pria Ini Diamankan Kepolisian Samarinda

Ritual yang dipimpin Pemeliatan Belian ini melibatkan puluhan orang dari lembaga adat, murid sekolah adat, perempuan adat dan tokoh masyarakat adat Dayak, serta pengurus AMAN Kutai Barat.

Ketua perempuan adat dan penggerak di bidang ekonomi sosial kemasyarakatan, Fransiska Ratnaty mengungkapkan, ritual ini dilakukan untuk memohon bantuan roh leluhur demi disahkannya RUU Masyarakat Adat.

Ritual ini sekaligus untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Dayak yang sangat menghormati dan meniscayai roh leluhur sebagai bagian kehidupan semesta.

Baca: Bawa Badik Saat Ribut dengan Warga Pria Ini Diamankan Kepolisian Samarinda

"Ritual Besapaq ini bertujuan memohon kepada roh leluhur agar membantu, merestui dan meluluhkan hati para pejabat tinggi agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan," ungkap Fransiska Rantaty kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon, Selasa (15/5/2018).

Sarana yang digunakan dalam ritual Besapaq yaitu beras merah, beras kuning, dupa, kain merah, kain batik, tepung tawar, piring, dan sesajian.

Pemeliatn Belian kemudian mengambil beras kuning yang disebut Penyempayatn, lalu mengasapkan beras kuning itu di atas asap dupa seraya memanggil nama-nama roh leluhur Masyarakat Dayak.

Halaman
12
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help