Baru Triwulan I, DJBC Kalbagtim Terima Rp 1,4 Triliun

Bila mampu bertahan, tren ini dipercaya memberi kebaikan bagi perekonomian Kaltim ke depan.

Baru Triwulan I, DJBC Kalbagtim Terima Rp 1,4 Triliun
Ilustrasi uang rupiah 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penerimaan pajak yang dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) menunjukkan tren positif pada triwulan I tahun 2018.

Diungkapkan Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalbatim, Agus Sudarmadi, hingga April 2018 pihaknya berhasil menghimpun pungutan pajak Bea masuk, Bea keluar Bea masuk ditanggung Pemerintah hingga Cukai dan Pajak dalam Rangka Import (PDRI) sebesar Rp 1,4 triliun.

Bila dibandingkan dengan penerimaan pada tahun 2017, saat ini mengalami peningkatan drastis sekitar 100 persen.

"Tahun lalu Triwulan pertama sampai April 2017, penerimaan kita termasuk pajak dalam rangka impor Rp 763 miliar," ujar Agus kepada Tribunkaltim.co, Rabu (16/5/2018).

Baca juga:

Marcus/Kevin Kemungkinan Bakal Dipisahkan, Begini Respon Netizen Indonesia

Mohamed Salah Ungkap Percakapannya dengan Mourinho Setelah Bergabung dengan Anfield Gank

 
 

Hal itu menunjuklan ekonomi Kaltim terus bergerak naik.

Bila mampu bertahan, tren ini dipercaya memberi kebaikan bagi perekonomian Kaltim ke depan.

Salah satu faktor penyebab, sebut Agus, yakni pembangunan infrastruktur nasional di Kalimantan bagian timur cukup berpengaruh.

"Banyak disumbang Balikpapan. Apalagi pemasukan kaitannya dengan pembangunan kilang Pertamina, kemudian pembangkit tenaga listrik. Pokoknya pembangunan infrastruktur. Semoga saja tren konstan," jelasnya.

Yang tak boleh lewat, juga kembalinya batu bara dan CPO menggeliat di Kalimantan. Ditambah menguatnya dollar membuat tren ekspor semakin tinggi.

"Pajak yang kita pungut saat masuk. Walaupun penerimaannya di perpajakan, tapi kita yang memungut. Jumlahnya lumayan," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help