Bupati Pimpin Pernyataan Sikap Anti Terorisme, Minta RT Aktifkan Siskamling

Serta siap menjaga kerukunan antar umat beragama demi terjalinnya toleransi dan hubungan yang harmonis antar umat beragama.

Bupati Pimpin Pernyataan Sikap Anti Terorisme, Minta RT Aktifkan Siskamling
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Bupati Ismunandar memimpin seluruh elemen masyarakat, menyuarakan Pernyataan Sikap Anti Terorisme 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Menyikapi gempuran peristiwa teror bom yang beruntun, Bupati Ismunandar bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengumpulkan seluruh Ketua RT, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menyatakan sikap anti terorisme di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Rabu (16/5).

Pernyataan sikap di antaranya berisi mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob dan di Surabaya, siap menjaga keutuhan NKRI yang berbhineka tunggal ika dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, menolak dan melawan segala bentuk segala bentuk aksi terorisme di wilayah Kutai Timur serta siap menjaga kerukunan antar umat beragama demi terjalinnya toleransi dan hubungan yang harmonis antar umat beragama.

Sebelumnya, Bupati Ismunandar meminta seluruh warga Kutim agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap lingkungan.

Memantau sesama warga di lingkungan rumah. Bila mengetahui ada warga baru, segera lapor ke RT atau pihak kepolisian terdekat.

 
 
 

“Kutai Timur ini luas. Warga dari luar bisa masuk dari mana saja. Kita harus waspada. Kalau ada warga baru di lingkungan kita, segera lapor ke petugas terdekat. Terutama di kawasan perkebunan kelapa sawit yang jauh dari ibukota kecamatan. Jangan sampai tempat kita menjadi persembunyian mereka yang berniat tidak baik,” ungkap Ismunandar.

Hal ini juga disampaikan Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan. Di wilayah Kutai Timur banyak perkebunan kelapa sawit yang jauh dari pantauan.

 

Bukan tidak mungkin pelaku teror atau kelompok mereka melamar kerja dan tinggal di kawasan perkebunan tersebut.

“Saya meminta kalau terima karyawan baru, tolong diseleksi mendalam. Seperti kasus bom yang terjadi di Samarinda, beberapa waktu lalu. Tersangka yang merupakan otak peristiwa tersebut, justru diamankan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Jadi jaringan pelaku bisa bersembunyi dimana saja. Termasuk di kawasan perkebunan di Kutim,” beber Kapolres Teddy. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help