Distribusi Sempat Terganggu, APMS Tertutup Soal Kuota Premium

Seperti terjadi di Malinau sepekan terakhir ini, distribusi premium kepada masyarakat sangat terganggu.

Distribusi Sempat Terganggu, APMS Tertutup Soal Kuota Premium
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
ILUSTRASI 

MALINAU, TRIBUN - Tidak ingin diketahui soal aktifitas bongkar muat BBM jenisa premium dan solar pada kapal pengangkut BBM berjenis SPOB/LCT, Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Malinau sangat tertutup soal pemberitahuan jumlah kuota BBM di Malinau kepada publik. Tidak diketahui secara pasti, berapa jumlah BBM bersubsidi yang masuk ke Malinau saat ini
.
Seperti terjadi di Malinau sepekan terakhir ini, distribusi premium kepada masyarakat sangat terganggu. Bahkan, beberapa hari lalu premium tidak beredar di Malinau. Hal tersebut membuat harga premium yang dijual oleh pengecer di warung-warung melambung tinggi. Hingga saat ini, masih ada saja warga menjual premium seharga Rp 15 ribu perliter.

Kondisi ini terjadi akibat sendatnya distribusi BBM oleh APMS kepada masyarakat dari Kota Tarakan. Ada dua alasan mengapa pengiriman BBM terganggu. Pertama, karena terbakarnya APMS Beringin Jaya bulan lalu mengakibatkan terhentinya jatah BBM kepada APMS tersebut. Kedua, adanya kerusakan kapal pengangkut BBM.

Namun demikian, meskipun tidak diketahui secara pasti kuota BBM yang masuk di Malinau. Tribun mendapatkan informasi dari beberapa sumber terpercaya, salah satunya dari aparat kepolisian bahwa kurang lebih 4 hari belakangan ini dua APMS di Malinau, Yakni APMS Semoga Jaya dan APMS Tribuana kedatangan BBM bersubsidi jenis solar dan premium.

Disampaikan Kapolres Malinau, AKBP Bestari H Harahap melalui Kasat Reskrim Polres Malinau, AKP Wiliam Sitorus mengungkapkan, Senin subuh lalu dua APMS tersebut mendapatkan kiriman BBM dari Kabupaten Berau sebanyak 40 ton yang diangkut dengan dua buah truk tangki. Adapun isi di dalam truk tersebut, yakni dua ton solar dan 20 ton premium.

"Semuanya dibagi rata untuk dua APMS itu. Kemudian, senin pagi hingga sore seluruh BBM dijual kepada masyarakat Malinau. Kedua APMS tersebut berbagi waktu pelayanan. APMS Semoga Jaya beroperasi dari pagi sampai tengah hari. Sedangkan APMS Tribuana beroperasi dari pukul 14.00 WITA sampai memasuki sore hari," tuturnya.

Informasi dihimpun oleh Tribun di lapangan pula, dua APMS ini kembali mendapatkan kiriman premium dan solar melalui jalur darat dari Kabupaten Berau. Pengiriman dilakukan pada Selasa (15/5), malam. Kemudian, sampai di Malinau dan langsung dibongkar pada malam hari di dua APMS. Masing-masing APMS tersebut mendapatkan penambahan kuota.

Masing-masing APMS mendapatkan 16 ton solar dan 16 ton premium. Kiriman BBM tersebut disusul oleh datangnya BBM dari Kota Tarakan yang diangkut menggunakan kapal. Sedikitnya ada 120 ton BBM bersubsidi sampai di Malinau. Namun, Tribun tidak mengetahui berapa jumlah kuota premium dan solar dalam pengiriman tersebut. Tribun hanya mengetahui jumlah kuota BBM secara keseluruhan.

Untuk mengetahui lebih jauh berapa jumlah BBM yang dikirimkan menggunakan kapal dari Tarakan itu, Tribun mencoba menghubungi pemilik dan juga pengelola masing-masing APMS. Namun, hingga berita ini diturunkan pengelola dan pemilik APMS yang dihubungi belum memberikan tanggapan dan jawaban soal jumlah solar dan premium yang dikirimkan dari Tarakan tersebut. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help