Pemkab Malinau Bakal tak Sewa Alat Berat Lagi

Adanya alat berat tersebut diperuntukkan membantu lokasi-lokasi yang rusak di Kabupaten Malinau, semisal penanganan jalan longsor.

Pemkab Malinau Bakal tak Sewa Alat Berat Lagi
TRIBUNKALTIM/PURNOMO SUSANTO
TINJAU ALAT - Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah saat meninjau alat berat yang diterima oleh DPUPR Perkim, Rabu (16/5) pagi. 

MALINAU, TRIBUN - Telah selesainya proses lelang hingga proses pengadaan, Dinas PU dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR Perkim), akhirnya, leading sector pembangunan infrastruktur di Malinau ini telah menerima 4 unit alat berat, pada Rabu (16/5) pagi di Kantor Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) DPUPR Perkim, Jalan Samping Pengadilan, Kecamatan Malinau Kota.

Langsung hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah didamping Sekda Malinau Hendris Damus. Pengadaan 4 unit alat berat ini, disampaikan Kepala DPUPR Perkim Malinau, Tomi Labo, menyikapi persoalan jalan rusak di sekitaran pusat pemerintahan yang harus dianggarkan dana perawatan terlebih dahulu baru diperbaiki.

"Dengan adanya alat-alat berat ini, kita tidak perlu lagi menunggu adanya dana perawatan turun. Jadi, saat mendapat laporan jalan rusak maka kita langsung bisa turun dengan dana seadanya. Toh, kita sendiri yang memiliki alat berat itu. Kita tidak meminjam atau menyewa alat berat kepada kontraktor atau pengusaha lainnya," paparnya.

"Sementara ini, kita telah menerima sebanyak 3 unit alat berat dengan berbagai jenis, yakni Excavator PC 200, Motor Grider dan Vibrator/Bomag. Kemudian, saat ini sedang dalam proses lelang E-Katalog ada tiga unit lagi, yakni Triller/Log Bow, Dump Truk dan mobil double gardan. Semuanya masing-masing satu unit. Jadi, nanti kita memiliki 6 unit," lanjutnya.

Kesemua unit alat berat dan kendaraan double gardan tersebut, disampaikan Tomi, Pemkab Malinau memberikan pagu anggaran kepada pemenang lelang senilai Rp 9 miliar. Setelah menerima unit ini, Tomi menegaskan, pihaknya akan langsung menggenjot kegiatan.

Sebelumnya direncanakan olehnya, kegiatan dapat dilaksanakan kegiatan pada Februari lalu.
"Target kami diawal tahun lalu sudah bisa bergerak untuk membantu kerja-kerja kami di lapangan. Pengadaan alat berat ini ditujukan untuk memperkuat kerja-kerja UPTD kami di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Terlebih saat ini, ada beberapa jalan yang perlu perawatan oleh kami," katanya.

Saat ini, disampaikan Tomi, perkerjaannya akan lebih mudah ketika ada diketahui jalan-jalan di sekitaran pusat pemerintahan yang rusak. Karena memang, dituturkan Tomi, adanya alat berat tersebut diperuntukan untuk lokasi-lokasi tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan alat-alat berat itu dimobilisasi ke daerah-daerah lebih jauh dari pusat pemerintahan.

"Apalagi sekarang kita sudah punya alat berat sendiri. Seperti adanya laporan jalan longsor di arah Desa Wisata Setulang, maka dapat segera kita lakukan tindakan perbaikan. Pendanaan untuk perbaikannya pun tidak seperti pelaksanaan kegiatan seperti biasanya. Menggunakan sistem swakelola, kegiatan perbaikan itu sudah dapat dilakukan," paparnya.

Tomi meminta, dalam perjalanan pihaknya melaksanakan kegiatan di lapangan nantinya mendapat dukungan langsung oleh masyarakat. Menggunakan sistem swakelola, berarti dengan menggunakan dana minim pun kegiatan tetap akan dilaksanakan. Terpenting, menurutnya, kegiatan pemeliharaan dan perbaikan dapat dilaksanakan terlebih dahulu.

"Ya memperbaiki jalan-jalan rusak dan juga pemeliharaan jalan. Antara lain pemeliharaan jalan kabupaten dan jalan usaha tani yang telah cukup banyak terbangun dalam kurun waktu 5-6 tahun terakhir ini. Tentu, pemeliharaan jalan tersebut sangat diperlukan. Sebab, jalan-jalan itu sebagai akses penunjang pertanian masyarakat," tandasnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help