Pemkot Tarakan Pecat Sembilan ASN

Saya sudah berikan SK sanksi itu kepada ASN yang melakukan pelanggaran. Kita harap ini juga menjadi perhatian ASN yang lain

Pemkot Tarakan Pecat Sembilan ASN
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Plt Walikota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pemkot Tarakan benar-benar mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pelanggaran disiplin. Beberapa waktu lalu Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat menerbitkan surat keputusan (SK) sanksi kepada 19 ASN di Pemkot Tarakan yang melakukan pelanggaran.

Dari 19 ASN yang melakukan pelanggaran ini, 9 ASN di antaranya dipecat dan 10 ASN diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat secaraa berkala. Mereka melakukan berbagai macam pelanggaran, mulai dari narkoba, mangkir kerja, korupsi, selingkuh dan pilkada.

Arief mengungkapkan, SK sanksi tersebut telah diberikan kepada masing-masing ASN bersangkutan. "Saya sudah berikan SK sanksi itu kepada ASN yang melakukan pelanggaran. Kita harap ini juga menjadi perhatian ASN yang lain untuk tidak melakukan pelanggaran. Sebab ASN yang melakukan pelanggaran pastinya kita berikan sanksi," ujarnya, Selasa (15/5/2018) usai Acara Komunikasi Sosial dengan aparat pemerintah di Aula Kodim 0907 Tarakan

Menurut orang nomor dua di Tarakan ini, ASN yang diberikan sanksi ini karena telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35/2010 tentang Disiplin ASN. "Mereka yang kita berikan sanksi ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan tingkat pelanggaran yang telah dilakukan ASN bersangkutan," katanya.

Arief mengaku, dari 9 ASN yang dipecat, karena terlibat narkoba, korupsi dan mangkir kerja. Namun dari pelanggaran tersebut lebih banyak ASN yang melakukan pelanggaran mangkir kerja selama 45 hari berturut-turut tanpa keterangan.

"Mereka yang mangkir kerja ini sebelumnya diberikan peringatan terlebih dahulu, namun tidak diindahkan. Dengan kondisi seperti ini kami melihat ASN bersangkutan sudah tidak berminat lagi bekerja, sehingga kita berhentikan," ujarnya.

Arief menambahkan, untuk nama ASN yang mendapatkan sanksi tersebut ia tidak mengetahui. "Namun mereka yang diberikan sanksi ini hanya staf biasa saja yang merupakan ASN dari golongan II dan III. Tidak ada kepala dinas," katanya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help