Begini Jawaban Wakil Ketua DPRD Balikpapan soal Penolakan Pengungsi Beraliran Syiah di Rudenim

"Saya konkrit kan, kapan ada waktu kita say hello interaksi dengan mereka, bagaimana perasaan kita kalau rumah kita dibombardir," katanya.

Begini Jawaban Wakil Ketua DPRD Balikpapan soal Penolakan Pengungsi Beraliran Syiah di Rudenim
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle (baju putih berdiri) saat mediasi warga bersama instansi terkait, buntut dari demonstrasi warga soal keributan yang ditimbulkan oleh pengungsi di Rudenim Balikpapan. 

Tukang Pasang Wallpaper Nyambi Jual Sabu; Pelanggannya Banyak, Sehari Jual 10 Gram

Ini Dia Titik Pasar Ramadan di Samarinda, Ada yang Dikelola Pemkot dan Ada yang Tradisional

Baliho Paslon Dirusak, Ketua KPU Minta Paslon Jangan Terpancing

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle, mengutarakan jawab menohok, pencari suaka tadi, terkunci selama 1-4 tahun Rudenim karena terdampar, gagal mencari suaka ke Australia dan negeri lain, karena di negara asal berperang.

Lanjut Sabaruddin, pengungsi tadi bukan penjahat, karenanya, sudah sepantasnya, kita semua memperlakukan mereka selayaknya saat kita mempedulikan pengungsi asal Palestina, Rohingya dan daerah konflik lainya, tanpa membedakan suku, agama ras, dan keyakinan lainya.

"Kalau dibilang Sunni dan Syiah, saya ga pandang dari aspek situ, kami pandang aspek sosial dan kemanusiaan," lantang Sabaruddin.

Ia menantang balik, ada peran aktif semua pihak, mendatangkan termasuk tokoh agama, duduk bersama dan memberi ceramah di Rudenim, sebagai bagian menjalin silaturahmi dan memberi siraman rohani.

Sabaruddin mengajak semua pihak memikirkan ulang, tuntutan warga soal meniadakan alat plastik karena dimanfaatkan pengungsi membuat gaduh dan meminta dipindahkan dilihat lebih dalam, mengingat, bisa saja mereka menggunakan peralatan lain semisal panci untuk memancing keributan.

Apalagi, memindahkan pengungsi ke rudenim lain, hanya akan mengalihkan persoalan ke rudenim lain, sementara gelombang pengungsi berpotensi terus datang seiring perang yang terus berkecamuk di negara lain.

"Dipindahkan 99 persen ga selesaikan masalah. Peran kita bersama, jangan hanya dibebankan pada Kepala Rudenim," ujarnya mengajak adanya pendekatan emosional antar warga dan penghuni Rudenim.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help