Begini Jawaban Wakil Ketua DPRD Balikpapan soal Penolakan Pengungsi Beraliran Syiah di Rudenim

"Saya konkrit kan, kapan ada waktu kita say hello interaksi dengan mereka, bagaimana perasaan kita kalau rumah kita dibombardir," katanya.

Begini Jawaban Wakil Ketua DPRD Balikpapan soal Penolakan Pengungsi Beraliran Syiah di Rudenim
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle (baju putih berdiri) saat mediasi warga bersama instansi terkait, buntut dari demonstrasi warga soal keributan yang ditimbulkan oleh pengungsi di Rudenim Balikpapan. 

"Saya konkrit kan, kapan ada waktu kita say hello interaksi dengan mereka, bagaimana perasaan kita kalau rumah kita dibombardir," katanya.

Walaupun, sikap pemerintah Kota Balikpapan menolak adanya community house, untuk solusi kedepan, sambil menunggu pemindahan dan potensi kedatangan pengungsi lainya, Sabaruddin menyarankan dibuat skema semi community house.

Semisal, pengungsi diberikan pemahaman tentang budaya dan adat istiadat di Indonesia, khususnya Balikapapan, diberikan pelatihan.

Pelibatan RT memantau jika dikemudian hari, pengungsi yang diberikan kebebasan keluar sementara, dan pulang kembali ke Rudenim jika berbuat ulah.

"Dekatkan secara emosional, pikiran mereka (pengungsi) blank, mereka siap diapakan-apakan. Mereka sadar (apa yang mereka lakukan) karena 4 tahun dikerangkeng,"ujarnya.

Arbain Side, Staf Ahli Walikota Balikpapan bidang Pemerintahan, menambahkan, mungkin, diperlukan upaya membangun silahturahmi antara warga dan pengungsi agar saling mengenal, sembari menunggu proses pemindahan dan jembatan agar konflik tak terulang.

Agenda tersebut lanjut dia, bisa dirangkai dalam agenda buka puasa, beberapa hari ke depan.

"Setuju saja," seru warga. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help