Video Teror Tarakan

Kapolres Minta Masyarakat Jangan Sebar Video AS Terduga Teroris

Dikumpulkannya Forkompinda Kota Tarakan untuk membahas permasalahan ini agar masyarakat tidak resah.

Kapolres Minta Masyarakat Jangan Sebar Video AS Terduga Teroris
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Kapolres Tarakan Plt Walikota Tarakan Kheruddin Arief Hidayat, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan dan Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana jumpa pers, Kamis (17/5/2018) di Kantor Polres Tarakan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Usai AS, terduga teroris diamankan Tim Densus 88 ke Jakarta, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan langsung  mengumpulkan Forum Komunikasi Pimpinan (Forkompinda) Kota Tarakan.

Pantuan Tribun, Kamis (17/5/2018) sejumlah Forkompinda satu per satu datang ke Kantor Mapolres Kota Tarakan di Jalan Yos Sudarso.

Terlihat Plt Walikot Tarakan Kheruddin Arief Hidayat dan Dandim 0907 Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana.

Baca: Kapolda Kaltara Benarkan Satu Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Tarakan

Menurut Yudhistira, dikumpulkannya Forkompinda Kota Tarakan untuk membahas permasalahan ini agar masyarakat tidak resah.

“Kita kumpul sekalian mau rilis terkait video yang tersebar di media sosial di Kota Tarakan. Kita tidak ingin masyarakat kota Tarakan resah," ujarnya.

Adanya kejadian ini, Kapolres mengimbau kepada masyarakat Kota Tarakan untuk jangan menyebarkan video AS terduga teroris ke media sosial.

“Tujuan terorisme membuat rasa takut  jadi tolong bantu kita jangan menyebarkannya,” ujarnya.   

Seperti diketahui, video durasi 2 menit 50 detik yang memperlihatkan seseorang hanya tampak tangannya memegang pistol revelover berisikan 8 peluru, pisau, dan sebuah buku. 

Terdengar suara seseorang yang diduga pria menebar ancaman.

Video ini sudah viral dan menghebohkan masyarakat Kota Tarakan Provinsi Kaltara.

Pasalnya pria di dalam video tersebut mengaku tinggal di Kota Tarakan.

Baca: BREAKING NEWS - Beredar Video Ancaman Teror di Kota Tarakan, Pria Ini Diamankan Densus 88

Di dalam video itu pria mengancam untuk membunuh dan melakukan teror.

Mendengar ini masyarakat, khususnya Kota Tarakan sangat khawatir dan was-was, jangan sampai kejadian di Surabaya bisa terjadi di Kota Tarakan.

Melihat video ini viral Tim Densus 88 langsung turun ke Kota Tarakan, Rabu (16/5/2018) malam, langsung menangkap pria berinisial AS terduga teroris di rumahnya di RT 45 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help