Edisi Cetak Tribun Kaltim

Masyarakat Diimbau Tidak Berenang di Pantai, Teluk Balikpapan masih Tercemar Minyak

Perairan pantai Teluk Balikpapan yang tercemar tumpahan minyak milik Pertamina sejauh ini masih dinyatakan berbahaya

Masyarakat Diimbau Tidak Berenang di Pantai, Teluk Balikpapan masih Tercemar Minyak
Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Perairan pantai Teluk Balikpapan yang tercemar tumpahan minyak milik Pertamina sejauh ini masih dinyatakan berbahaya bagi masyarakat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia menganggap air laut masih terkontaminasi limbah berbahaya (B3).

Kepala Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion Kalimantan Kementerian LHK, Tri Bangun Laksana Sony kepada Tribun Kaltim, belum lama ini menjelaskan, uji sample air laut dari pantai kawasan Kampung Baru sampai Pantai Lamaru Manggar sudah dilakukan. Sekarang ini masih dalam penelitian di tingkat laboratorium di Bogor, Jawa Barat.

Baca: Keutamaan Puasa di 10 Hari Ramadan, Nyesel Banget Kalau Ngga Dijalani

"Belum ada hasilnya. Status sekarang masih kami imbau, masyarakat sebaiknya jangan berenang dahulu di pantai. Masih ada kontaminasi cemaran zat limbah B3," ungkapnya.

Pihaknya sampai sekarang masih menunggu hasil kajian mendalam. Nanti akan ada pertemuan antara Pertamina dengan Kementerian LHK di Jakarta untuk lakukan evaluasi dalam rangka upaya pemulihan bekas tumpahan minyak.

Teknis penentuan layak atau tidaknya kondisi air laut tersebut nantinya akan didahului dengan kegiatan aksi pemulihan dari Pertamina. Sampai sekarang Pertamina masih diberi tugas melakukan penyusunan rencana.

"Susun rencana dahulu. Kami akan pelajari nanti. Kalau perencanaan dinyatakan layak, penuhi kriteria pasti kami setujui. Kalau tidak sesuai kami tolak," kata Sony.

Baca: Jenita Janet Punya Tips Jitu Jalani Puasa Meski Punya Penyakit Maag

Pastinya, tutur dia, soal nasib perairan laut yang tercemar tumpahan minyak nantinya akan diinformasikan secara luas kepada masyarakat. Syaratnya, harus melalui tindakan pemulihan terlebih dahulu.

Sampai sekarang Pertamina belum lakukan pemulihan atau rehabilitasi, langkahnya masih sebatas menyusun rencana. Beberapa hari yang lalu tindakan yang dilakukan masih pembersihan atau pengangkatan minyak yang terlihat.

"Saya tidak tahu sampai sekarang rencana apa yang akan mereka lakukan. Mereka lagi susun rencana. Nanti kalau sudah selesai rencana itu diserahkan ke kami, lalu kami pelajari lagi. Kalau tidak sesuai kami tolak," katanya.

Baca: Menu Buka Puasa Andalan Anji, Cuma Dimakan Ketika Bulan Ramadan Datang

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help