Situasi Memanas di Palestina, Ini Agenda Donald Trump Bersama Umat Islam Amerika di Awal Juni

Di Tahun 2015, Obama, Presiden Amerika saat itu juga menjamu umat Islam untuk berbuka puasa bersama.

Situasi Memanas di Palestina, Ini Agenda Donald Trump Bersama Umat Islam Amerika di Awal Juni
MANDEL NGAN/AFP
Donald Trump 

TRIBUNKALTIM.CO - Ramadan tahun 2017 lalu, Gedung Putih menolak tradisi buka bersama umat muslim.

Dikutip Tribunwow dari Washingtonpost, tahun ini gedung putih memberikan pernyataan yang mengejutkan pada Kamis (16/5/2018).

Donald Trump yang dikenal banyak memberikan kebijakan yang merugikan umat Islam telah membuka kembali tradisi iftar atau buka puasa di gedung putih.

Baca juga:

Awang Faroek soal Pemeriksan Panwaslu: Itu Miskomunikasi Saja!

Inilah 23 Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2018, Talenta Muda Berbakat Liverpool Masuk Skuat

Tiga Rumah Sakit Baru Akan Hadir di Samarinda, Ada yang Dilengkapi Mal

Hadapi Juara Bertahan, Mitra Kukar Bertekad Tampil Mengejutkan

Sajian Buka Puasa
Sajian Buka Puasa (lotus dubai)
 
 

"Bersama Departemen Luar Negeri, Gedung Putih menyatakan akan menjadi tuan rumah iftar atau buka puasa pada awal Juni," ujar Ray Mahmood, seorang pengembang property Muslim terkemuka yang telah lama terlibat dalam diplomasi antar agama di wilayah D.C.

Acara buka puasa ini rencanya akan diadakan pada tanggal 6 Juni 2018.

Kegiatan ini relatif kecil karena undangan tidak disebar banyak.

Undangan tersebut hanya diperuntukan bagi perwakilan negara muslim serta beberapa pemimpin muslim di Amerika.

Di Tahun 2015, Obama, Presiden Amerika saat itu juga menjamu umat Islam untuk berbuka puasa bersama.

Iftar Dinner Obama
Iftar Dinner Obama (obamawhitehouse.archives.gov)

"Buka puasa ini melatih kebebasan bagi umat islam yang juga merupakan teman bagi siapapun," Kata Obama(23/6/2015).

Diketahui, hubungan antara sebagian besar Muslim Amerika dan Trump memburuk sejak masa pencalonannya.

Kala itu, Trump mengusulkan melarang keberadaan umat Muslim di Amerika Serikat sebagai tindakan pengamanan terhadap terorisme.

Pada 2016, ia mulai menganjurkan aksi pengintaian Masjid.

Sebagian besar simpatisan Partai Republik mendukung proposal Trump.

Akan tetapi, pada pemungutan suara, mayoritas orang Amerika berpikir bahwa kebijakan Trump telah merugikan umat Islam.

Kebijakan pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerussalem juga merupakan kebijakan yang menimbulkan banyak kontroversi.

Di Indonesia sendiri aksi 115 pernah dilakukan untuk menggugat kebijakan Donald Trump tersebut. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pernyataan Donald Trump Mengenai Ramadan 2018 Mengejutkan Umat Islam Amerika

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help