Teluk Balikpapan masih Tercemar Minyak, Masyarakat Diimbau Tidak Berenang Dulu

Perairan pantai Teluk Balikpapan yang tercemar tumpahan minyak milik Pertamina sejauh ini masih dinyatakan berbahaya bagi masyarakat.

Teluk Balikpapan masih Tercemar Minyak, Masyarakat Diimbau Tidak Berenang Dulu
HO - Pertamina
Pantauan Foto Udara pada 8 April 2018. Situasi Perairan Teluk Balikpapan yang telah kembali normal. 

"Iya kalau sudah ada hasilnya, kami nanti akan umumkan. Kami sendiri dari KLHK yang umumkan, layak atau tidak kondisi lingkungannya. Jadi bukan dari Pertamina yang umumkan, meresmikan langsung," ungkapnya.

Jika ada masyarakat yang mempertanyakan soal nasib perairan pantai yang masih dilarang untuk berenang, sebaiknya harap bersabar. Masih dalam proses penelitian yang perlu waktu banyak. Perlu jangka panjang untuk memastikan periran kembali dalam kondisi normal.

"Saya ingatkan ini persoalan darurat. Ini soal bencana besar. Kita perlu cara pandang yang luar biasa, jangan yang biasa-biasa saja. Ini ada potensi bahaya," tegasnya.

Sampai sejauh ini Kementerian LHK sebenarnya pun merasa kondisi bisa cepat kembali normal, tidak ingin berlama-lama. Namun fakta yang dihadapi memang perlu proses panjang, waktu yang lama.

Pihaknya telah membuat buat pengiriman SMS blasting ke seluruh masyarakat. Siapa pun yang lewat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Kota Balikpapan, diberikan kabar melalui pesan singkat yang isinya imbauan untuk sementara jangan dahulu berenang di pantai.

"Masih ada minyak-minyak tipis, dimana-mana. Anak-anak berenang lalu tertelan ke mulut bagaimana ? apa tidak bahaya. Ini limbah yang kita hadapi," ujarnya.

Baca: Pemuda Lintas Agama Gelar Aksi Solidaritas Korban Teror Bom di Bundaran Patung Singa

Tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan masuk kategori zat berbahaya yang biasa diitilahkan dengan limbah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun. Mengacu pada payung hukum PP Nomor 101 Tahun 2014 mengenai Pengelolaan Limbah B3, disebutkan dalam pasal 198,

Bahwa setiap orang yang menghasilkan, pengumpul dan pengangkut limbah kemudian mencemari lingkungan hidup hingga rusak maka diwajibkan untuk penanggulangan pencemaran dan pemulihan fungsi lingkungan hidup. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help