Pilgub Kaltim 2018

Bawaslu Ingatkan Paslon Tak Kampanye di Rumah Ibadah

“Kalau kampanye di rumah ibadah, itu tidak boleh. Kami juga ingatkan paslon untuk tak lakukan itu,” ucapnya.

Bawaslu Ingatkan Paslon Tak Kampanye di Rumah Ibadah
TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Ketua Panwas Kota Samarinda, Galeh Akbar Tanjung 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Memasuki bulan Ramadhan hingga Idul FItri pertengahan Juni nanti, Bawaslu Kaltim ikut mengingatkan para paslon Pilkada Kaltim untuk tak lakukan kampanye di rumah-rumah ibadah.

Hal ini disampaikan Galeh Akbar, Komisioner Bawaslu Kaltim, Jumat (18/5/2018).

“Kalau kampanye di rumah ibadah, itu tidak boleh. Kami juga ingatkan paslon untuk tak lakukan itu,” ucapnya.

Meski demikian, disebutnya lagi, boleh-boleh saja, paslon menghadiri undangan, semisal berbuka puasa di salah satu rumah ibadah, yang diberikan oleh pengurus masjid.

Baca: Pemprov Agendakan Politeknik Penerbangan

Tetapi, dalam kedatangan paslon tersebut, hanyalah sebagai udangan, tidak sebagai pihak yang nantinya memberikan visi dan misi kepada masyarakat.

“Kalau menghadiri undangan boleh-boleh saja. Tetapi tak bisa menyampaikan visi dan misi atau meminta untuk memilih paslon dalam Pilkada nanti,” ucapnya.

Pun demikian dalam memberikan infaq, sadaqah atau bantuan kepada masyarakat, paslon diimbau untuk tidak memasukkan sama sekali embel-embel atribut paslon ketika melakukan infak ataupun sedekah.

Baca: Marah, Warga Tolak Jenazah 7 Terduga Teroris di Surabaya

“Kalau memberikan infak, silakan, tetapi tidak dibarengi dengan embel-embel kampanye, maupun dengan atribut identik dengan paslon. Kami juga berharap paslon bisa memberikan contoh kampanye yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Hal lain yang juga tidak diperbolahkan adalah masuknya stiker atau alat peraga paslon dalam tempat-tempat ibadah.

Baca: Ayahnya tak Bisa Datang, Pangeran Charles Bakal Dampingi Meghan Markle Menuju Altar Gereja

Alasan-alasan tersebut, disampaikan telah diatur sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan-perubahan atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help