Kesulitan Kayu Ulin, Omzet Pengusaha Mebel di PPU Menurun

sejak mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku kayu khususnya ulin, usaha mereka sudah banyak yang mulai tutup.

Kesulitan Kayu Ulin, Omzet Pengusaha Mebel di PPU Menurun
Tribun Kaltim/Samir
Bakri 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO - Puluhan pengusaha mebel di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kayu jenis ulin.

Akibatnya, omzet mereka mulai turun dan bahkan sebagian sudah mulai menutup usaha. Untuk itu, mereka berharap agar pemerintah dapat membantu dalam mengatasi kesulitan mendapatkan bahan baku kayu.

Baca: 2 Nama Mencuat Jadi Wawali Samarinda Pengganti Almarhum Nusyirwan Ismail

Hal ini diutarakan Ketua Gabungan Pengusaha Mebel PPU, Bakri saat menemui Tribunkaltim.co, Jumat (18/5/2018).

Bakri mengatakan, sejak mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku kayu khususnya ulin, usaha mereka sudah banyak yang mulai tutup.

Ia mencontohkan usaha miliknya yang awalnya 5 usaha mebel kini hanya tersisa 1 usaha karena sudah ditutup termasuk di Balikpapan.

Ia mengatakan, penutupan usaha ini dilakukan karena kesulitan bahan baku.

"Bagaimana kami mau tetap buka usaha kalau mendapatkan kayu saja susah. Sekarang saja saya hanya memperkerjakan satu tukang saja, karena sulit mendapatkan kayu sementara banyak yang ingin order. Omzet juga turun kalau dulu itu sebulan bisa Rp 30 juta sekarang Rp 3 juta saja susah," ujarnya.

Baca: Jaksa Tuntut Pendiri JAD, Aman Abdurrahman Hukuman Mati, ini Poin-poin yang Memberatkan

Ia mengatakan, sesungguhnya bahan baku kayu ulin masih banyak di masyarakat, namun sulit untuk dikeluarkan karena harus dilakukan pengawalan khusus.

Sementara untuk membeli di kios kayu juga sulit karena selain harga mahal juga stok mereka sedikit bahkan jarang.

Padahal ukuran kayu  yang mereka butuhkan hanya panjang 2 meter, karena untuk dibuat daun pintu atau jendela.

Baca: Selama Ramadan Pemkot Balikpapan Gelar Pasar Murah, Catat Lokasinya

Bakri mengaku sudah pernah disampaikan permasalahan ini kepada DPRD sejak lima bulan lalu, namun sampai sekarang tidak ada tindaklanjut.

Padahal pihaknya hanya berharap agar Dinas Kehutanan Kaltim bisa memberikan kebijakan mengenai bahan baku kayu jenis ulin ini.

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help