Pernah Alami Kejadian Hampir Mirip, Pansus Akan Berguru ke Medan dan Pematangsiantar

Di dua daerah ini, juga pernah terjadi kejadian kekosongan Kepala Daerah, yang hampir mirip dengan yang dialami di Kota Samarinda.

Pernah Alami Kejadian Hampir Mirip, Pansus Akan Berguru ke Medan dan Pematangsiantar
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Muslimin menyerahkan berkas syarat bakal calon wakil walikota Samarinda, di sekretariat DPW Partai Nasdem Kaltim, Jalan Gatot Subroto, Samarinda, Kamis (29/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Demi mematangkan persiapan Pemilihan Wakil Walikota Samarinda pengganti almarhum Nusyirwan Ismail yang telah meninggal dunia 27 Februari 2018 lalu, Panitia Khusus (Pansus) Penyusunan Tata Tertib Pengusulan dan Pemilihan Calon Wakil Walikota Samarinda akan melakukan studi banding ke Kota Medan dan Kota Pematangsiantar di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Di dua daerah ini, juga pernah terjadi kejadian kekosongan Kepala Daerah, yang hampir mirip dengan yang dialami di Kota Samarinda saat ini. 

Baca: Pembangunan Causeway Pelabuhan Kenyamukan Jalan di Tempat

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, Provinsi Sumut pernah mengalami kekosongan jabatan Kepala Daerah karena Gubernur yang sedang menjabat Gatot Pujo Nugroho ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Setelah gatot di non-aktifkan,  Wakilnya Tengku Erry Nuradi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut. 

Sementara di Kota Pematangsiantar, Walikota terpilih Hulman Sitorus meninggal dunia setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pematangsiantar.

Akhirnya, posisi Walikota dijabat oleh Wakilnya ketika maju Pilkadq saat itu, Hefriansyah.

"Kita mau mengetahui bagaimana DPRD di sana bersikap dalam kejadian itu," ujar Adhigustiawarman, Ketua Pansus Penyusunan Tata Tertib Pengusulan dan Pemilihan Calon Wakil Walikota Samarinda kepada Tribunkaltim.co, Jumat (18/5/2018).

Joha Fazal, anggota Pansus lainnya menambahkan, kejadian yang terjadi Sumut dan Pematangsiantar memang tidak benar-benar sama dengan yang ada di Kota Samarinda. 

Baca: Tak Hanya untuk Bulan Puasa, Stok Beras di Berau Cukup Sampai 6 Bulan Mendatang

Hal yang sama, hanyalah sempat terjadi kekosongan Kepala Daerah dan harus segera dicarikan pengganti.

Bedanya, di Kota Samarinda saat ini juga sedang digelar Pemilihan Gubernur dan masing-masing Kepala Daerah tersebut, yakni Walikota dan Wakilnya juga ikut berkompetisi, dan keduanya sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara.

Jika akhirnya Walikota Samarinda terpilih menjadi Gubernur Kaltim, maka Wakil Walikota yang akan dipilih nantinya juga akan langsung menjabat sebagai Walikota Samarinda. 

Baca: Indikasi Teroris di Kaltim-Kaltara, Pengamanan Bandara Kalimarau Diperketat

Menurut Joha, kejadian-kejadian seperti ini belum diatur dalam Undang-Undang. 

Oleh karena itu, dia berharap agar apa yang terjadi di Kota Samarinda ini bisa menjadi acuan nasional dalam perumusan aturan ke depannya.  

"Yang terjadi di Samarinda kan memang unik. Mudah-mudahan bisa jadi pembelajaranlah ke depannya," ujarnya.  (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help