Tahun Ini PPDB Tingkat SMP di Balikpapan Terapkan Sistem Zonasi, Ini Perbedaan Dibanding Kemarin

Walau sistem zonasi ini ditolak oleh DPRD Balikpapan, Muhaimin tetap akan menerapkannya.

Tahun Ini PPDB Tingkat SMP di Balikpapan Terapkan Sistem Zonasi, Ini Perbedaan Dibanding Kemarin
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Pelajar dan orangtuanya melihat hasil PPDB online. 

TRIBUNKALTIM.CO - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 untuk tingkat SMP segera diterapkan. Dimana sistem PPDB Online ini merapkan sistem zonasi wilayah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin, aturan sistem zonasi sekolah ini berdasarkan dari Permendikbud.

Dimana Permemdikbud dengan Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB Online, yang tertulis bahwa setiap sekolah pada sistem zona wajib menyerap 90 persen dari total daya tampung perserta didik baru yang bertempat tinggal di dekat sekolah.

Baca: Jarang Disorot, Ternyata Ini Sosok Suami Tri Rismaharini, Ada Kisah Manis Dibalik Cerita Cintanya

"Masalah zonasi itu aturan dari Permendikbud, dan seluruh daerah sudah melaksanakan, justru anak-anak pintar itu disebar dulu, sehingga adanya pemerataan pendidikan," kata Muhaimin, Jumat (18/5/2018)

Walau sistem zonasi ini ditolak oleh DPRD Balikpapan, Muhaimin tetap akan menerapkannya. Sebab sistem zonasi ini sendiri dapat mengembangkan potensi diwilayahnya.

'Kalau bicara kualitas guru, semua guru di Balikpapan berkualitas,sama-sama dapat Intek, sertifikasi, dapat tunjangan, dapat peningkatan SDM baik dari pusat, dari LPMP maupun dari Pemkot Balikpapan," tegas Muhaimin.

Baca: Bangtan Boys Luncurkan Teaser Musik Video Kedua Berjudul Fake Love, Jelang Comeback Hari Ini

Muhaimin pun mencotohkan, ketika semua anak-anak SD terbaik masuk di SMPN 1 Balikpapan, guru-guru lebih mudah mengajar anak tersebut. Itu tidak menggunakan sistem zonasi.

Di sini, lanjut Muhaimin, anak-anak akan disebar dulu diwilayahnya, setelah itu akan dilihat sekolah itu gurunya tidak akan beda, kualitasnya juga sama. Tidak anak difokuskan disatu sekolah.

Untuk sarana dan prasarana sekolah pun sekarang sama, semua sekolah ada Lab bahasanya, dan fasilitas lainya.

Kedua indikator guru, tunjangan yang akan didapatkan guru juga sama. Jika sistem zonasi ini anak-anak bisa bersaing. Contohnya anak SMPN 1 akan bersaing dengan SMPN 3 dan lainnya.

"Sekarang kita lihat bukan hanya SMPN 1 yang nilai tertinggi di UN kemarin. Malah diraih anak sekolah dari swasta. Artinya kualitasnya merata, apalagi nanti anak-anak itu akan tersebar dimasing-masing wilayah," kata Muhaimin.

Baca: Bangtan Boys Luncurkan Teaser Musik Video Kedua Berjudul Fake Love, Jelang Comeback Hari Ini

Disampaikan pria berkacamata ini, bahwa sistem zonasi akan diterapkan ditahun 2018, dimana 90 persen sekolah akan menyerap siswa disekitar sekolahnya.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help