Kenangan Orangtua Korban Kecelakaan Speedboat, Nandira Tersenyum selama Perjalanan

DI ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tarakan, terlihat sepasang suami istri bernama Suryani (37) dan Mutiah (35) terbaring di ranjang

Kenangan Orangtua Korban Kecelakaan Speedboat, Nandira Tersenyum selama Perjalanan
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Gubernur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie berserta istri menjenguk korban kecelakaan speedboat yang mengalami luka-luka di IGD RSUD Tarakan, salah satunya pasangan suami istri Suryani dan Mutiah. 

TRIBUNKALTIM.CO - DI ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tarakan, terlihat sepasang suami istri bernama Suryani (37) dan Mutiah (35) terbaring di ranjang dengan penuh luka di tubuhnya. Pasutri ini adalah korban kecelakaan speedboat SB Harapan Baru Express.

TAMPAK di bagian wajah Mutiah penuh dengan luka lembam. Begitupula dengan Suryani mengalami luka di bagian pinggangnya, setiap bergerak sedikit, bapak dua anak ini langsung kesakitan. Sehingga keduanya hanya bisa berbaring sambil menggunakan infus.

Suryani yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit, masih ingat jelas bagaimana detik-detik kejadian kecelakaan speedboat SB Harapan Baru Express yang ia tumpangi bersama istri dan kedua anaknya dan para penumpang lainnya.

Akibat kecelakaan ini, Suryani dan Mutiah terpaksa harus kehilangan anak bungsunya, Nandira Nayara Putri. Anaknya yang berusia 9 bulan ini meninggal dunia, karena kepalanya terbentur dinding speedboat. Sedangkan anak pertamanya Putri Azzila Nur selamat dan kini dirawat bersama dirinya di RSUD Tarakan.

Baca: Ngeri, Kisah Korban Kecelakaan Speedboat yang Bercanda dengan Anak Bungsunya, Tiba-tiba. . .

Suryani mengungkapkan, selama perjalanan dari Malinau menuju Tarakan, kondisi speedboat berjalan bagus. Selama perjalanan ia selalu bercanda dengan anak bungsunya. Pasalnya saat itu entah mengapa Nandira selalu tersenyum.

Saat bercanda itulah, tiba-tiba ia kaget mendengar suara seperti hujan deras, ternyata speedboat sudah masuk ke pohon bakau dan batang pohon masuk ke dalam speedboat. "Kejadiannya begitu cepat, tiba-tiba saja speedboat sudah ada di pohon bakau dan batang pohon masuk ke dalam speedboat. Batang pohon inilah yang menimpa wajah istri saya. Anak saya Nandira terbentur kepalanya di dinding speedboat," ujarnya.

Saat istri dan kedua anaknya mengalami luka-luka, Suryani masih sempat membantu istrinya begitu pula anaknya Nandira. "Anak saya waktu itu sempat saya gendong dan pegang nadinya masih ada. Tapi ternyata di rumah sakit saya diberitahu anak saya sudah meninggal dunia," ujarnya sambil menitikan airmata.

Suryani tidak pernah menduga, rencana ia mengantar istri dan kedua anaknya berangkat ke Jawa untuk berlebaran malah menjadi petaka bagi keluarganya. "Saya mau antar istri ke Tarakan karena mau berangkat ke Jawa. Nanti rencananya 4 Juni saya menyusul ke Jawa. Tapi kenyatannya malah mendapatkan musibah," ucapnya.

Baca: Nakhoda Ngantuk Speedboat Tabrak Pohon, 5 Penumpang Tewas, Puluhan Luka - luka

Suryani dan keluarganya merupakan warga Malinau dan telah 17 tahun bermukim di Kabupaten Malinau Provinsi. Selama di Malinau Suryani kerja di PT PLN Malinau sebagai pekerja lepas atau honor di jaringan instalasi.

Simpang siurnya informasi soal terjadinya kecelakaan Speedboat (SB) Harapan Baru Expres membuat Dishub Malinau masih belum bisa memberikan keterangan soal penyebab pasti kecelakaan yang merenggut 5 korban meninggal dunia tersebut. Namun, kebanyakan korban meninggal diakibatkan adanya cidera serius pada bagian kepala yang diduga, batang pohon nipah.

Kecuali korban meninggal dunia yang masih berumur 9 bulan bernama Nadira Nayara Putri, putri dari Suryani (38) ini diduga meninggal dunia akibat terhimpit saat terjadi kepanikan di dalam geladak SB Harapan Baru ketika terjadi kecelakaan. Pasalnya, menurut informasi di lapangan, bagian tubuh Nadira tidak mengalami luka menganga seperti korban meninggal dunia lainnya.

"Menurut informasi seperti itu. Tidak ada luka luar pada tubuh Nadira. Kalau orang bilang, Nadira mengalami luka dalam. Diduga, penyebab luka dalam yang dialami Nadira itu saat orang di dalam speed itu panik ketika speed menabrak batang pohon nipah. Kalau melihat dari foto korban meninggal lainnya, terlihat ada luka. Terlebih di bagian kepala," ujar Kadishub Malinau, H Kamran Daik.

Baca: Korban Tewas Kecelakaan Speedboat Malinau-Tarakan Jadi 5 Orang, Salah Satunya Anak-anak

"Apapun informasinya, nanti kita tunggu saja penyampaian dari otoritas yang lebih tinggi. Kita juga tidak bisa memastikan soal kejadian ini. Soal kecelakaan pun masih dalam penyelidikan, apa dan kenapa penyebabnya. Semua masih simpang siur. Yang jelas, saat ini seluruh korban meninggal dunia asal Malinau sudah diterima oleh keluarga masing-masing," lanjutnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help