Home »

Opini

OPINI

Quo Vadis Universitas Mulawarman?

Judul ini berupa pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang menyelidik. Menyelidik, karena ini bukanlah pertanyaan biasa

Quo Vadis Universitas Mulawarman?
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HADI PRASETYO
Ilustrasi. Dua mahasiswi sedang melenggang menuju fakultasnya melewatii kantor Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Unmul kini berupaya menjadikan diri sejajar dengan universitas-universitas top kelas dunia. 

OPINI

Quo Vadis Universitas Mulawarman?

Oleh Dr. Jawatir Pardosi, M.Si.)*

Dr Jatawir Pardosi

Judul ini  berupa  pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang menyelidik.  Menyelidik, karena ini bukanlah pertanyaan biasa, Melainkan yang memerlukan jawaban argumentatif dengan bukti-bukti  rill, fakta dan data. Yakni tentang keberadaan Universitas Mulawarman (Unmul) yang bermanfat untuk menjadi referensi menentukan  arah perjalanan yang akan ditempuh oleh Unmul menuju masa depan yang lebih baik.

Unmul resmi berdiri 27 September 1962 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan No. 130 Tahun 1962 Tanggal 28 September dan dikukuhkan secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 65 Tanggal 23 April 1963. Awalnya, Unmul memiliki hanya empat fakultas, yaitu: (1) Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (Mei 1966, diubah menjadi Fakultas ISIPOL dan Fakultas Ekonomi), (2) Fakultas Pertanian, (3) Fakultas Kehutanan, dan (4) Fakultas Pertambangan.

Seiring perkembangan, sekarang Unmul mempunyai 14 Fakultas terdiri 90 Program Studi (Diploma D3, S1, S2 dan S3) dengan jumlah 38 ribu mahasisawa. Dosen sebanyak 1.062 orang (246 S-3, S-2 760 orang, dan S-1 56 orang), ditambah 1.353 Tenaga Kependidikan.

Namun, perkembangan demikian kurang diimbangi dengan penyediaan memadai (kuantitas dan kualitas) prasarana dan sarana penunjang pelaksanaan pembelajaran:  ruang kuliah;  ruang kerja dosen;  ruang belajar (berbeda dari ruang kuliah);  ruang seminar; ruang dan perlengkapan alat laboratorium;  ruang bersama;   bahan pustaka (buku teks, karya ilmiah dan jurnal);  sistem informasi dan fasilitas untuk pembelajaran, administrasi dan keuangan (hardware, software, e-learning). Selain itu, mutu manajemen masih belum baik.

Kita misalnya masih menyaksikan pelaksanaan Ujian Proposal, Seminar Hasil Penelitian dan Ujian Tugas Akhir/Skripsi yang kurang layak.   Program Studi (PS)  ini  telah  berdiri sejak tahun 1984 dan telah meluluskan ribuan sarjana, namun hingga sekarang  tidak memiliki   Ruang Seminar (tempat melakukan kegiatan ilmiah seperti:  Seminar Proposal, Seminar Hasil, Ujian Skripsi, dan kegiatan  ilmiah lain). PS  ini menggunakan ruang laboratorium (walaupun tidak menggambarkan layaknya Laboratorium karena tidak ada berisi alat perlengkapan Laboratorium sama sekali) untuk kegiatan Seminar Proposal, Seminar Hasil dan Ujian Skripsi. Mahasiswa yang hadir dalam Ujian Skripsi  itu  duduk di lantai berdesak-desakan dan sebagian berdiri  karena ukuran  ruangan yang sempit. Alat perlengkapan laboratorium micro teaching yang merupakan salah satu sarana pembelajaran paling esensial pada PS di  fakultas keguruan dan ilmu pendidikan itu juga tidak ada sama sekali. Sebetulnya, pada PS dan  fakultas lain pun sudah lama mengeluhkan permasalahan berkaitan dengan laboratorium ini. Kekurangan/ketiadaan anggaran pendanaan untuk pemeliharaan bahan dan alat perlengkapan laboratorium hingga mengalami kerusakan dan sebagian sudah tidak bisa terpakai.

Di Unmul juga masih   terdapat beberapa PS yang  disebut Minat Studi. Minat Studi ini berada di bawah salah satu PS yang sudah memiliki ijin operasional dan terakreditasi. Tetapi, Minat Studi belum menjadi PS yang memiliki ijin operasional sendiri dan tentu belum terakreditasi walaupun sudah  sejak lama berdiri dan telah meluluskan ratusan Mahasiswa Magister itu. Semestinya Minat Studi ini setelah beroperasi satu tahun sudah berstatus PS yang memperoleh ijin operasional dan dalam tempo dua tahun berikutnya sudah terakreditasi.

  Apabila kita dihat dari pemeringkatan PT yang dilakukan oleh Kemenristekdikti, posisi Unmul adalah kurang  menggembirakan.  Kurang menggembirakan,   karena dari pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia 2017, Unmul berada pada peringkat 52 di tingkat Nasional (Kemenristekdikti, Agustus 2017). Posisi demikian jauh di bawah Universitas Hasanuddin, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Tadulako berturut-turut peringkat 9, 33, 37 dan 38 yang sama-sama berada di Indonesia Bagian Timur. Unmul juga  berada di bawah peringkat Universitas Tanjungpura, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Lambung Mangkurat.  Apalagi,  jikalau  kita bandingkan dengan  PTN di Indonesia Bagian Barat, jelas sekali  Unmul masih  jauh tertinggal.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help