Seminggu Sekali Terbang, Pesawat di Pedalaman Ini hanya Bawa 6 Penumpang

Dampak belum lancarnya program subsidi penerbangan dari APBD Malinau, penerbangan ke daerah pedalaman hanya sekali dilakukan dalam seminggu.

Seminggu Sekali Terbang, Pesawat di Pedalaman Ini hanya Bawa 6 Penumpang
TRIBUNKALTIM/PURNOMO SUSANTO
PESAWAT PERINTIS - Salah satu pesawat perintis saat melayani penerbangan subsidi di daerah perbatasan dan pedalaman. Foto diabadikan tahun 2017 lalu. 

MALINAU, TRIBUN - Dampak belum lancarnya program subsidi penerbangan yang berasal dari APBD Malinau, penerbangan ke daerah pedalaman hanya sekali dilakukan dalam seminggu. Hanya satu program subsidi penerbangan saja saat ini berlaku di Malinau, yakni Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Prov Kaltara.

Seperti tahun lalu, penerbangan ke daerah perbatasan dan pedalaman yang telah masuk dalam program akan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Bukan hanya dari program provinsi, pemerintah pusat dan kabupaten pun mengadakan dan menjalankan program tersebut. Sehingga, transportasi udara dirasakan cukup lancar.

Namun, berbeda dengan tahun ini, tokoh pemuda Bahau Hulu, Roni Manan mengungkapkan, tahun ini penerbangan hanya diberlakukan selama satu kali dalam seminggu di kecamatannya.

Baca: Kemenpan RB Pastikan tak Ada THR Untuk Tenaga Honorer

Dalam sekali penerbangan, Roni menyebutkan, pesawat hanya dapat membawa penumpang sebanyak 6 penumpang.

"Kami menginginkan, penerbangan seperti dulu lagi. Tahun lalu, ada tiga kali penerbangan ke kecamatan kami. Sekarang hanya sekali saja. Ini jelas sangat menyusahkan masyarakat kami di Bahau Hulu. Untuk itu, kami meminta agar Pemkab Malinau dapat mengupayakan segera dijalankan program subsidi penerbangannya," paparnya.

Diketahui Roni, bahwa saat ini Pemkab Malinau telah mengalami beberapa kali kegagalan dalam melaksanakan lelang subsidi penerbangan, dikarenakan anggaran subsidi yang ditawarkan kepada maskapai penerbangan tidak masuk dalam hitungan. Akan tetapi, ditegaskan Roni, hal tersebut bukanlah sebuah alasan.

Baca: Pertandingan Belum Berlangsung, Situs Resmi UEFA Sudah Sebut Liverpool Juara Liga Champions

"Kami mengharapkan ada opsi lain ditawarkan oleh Pemkab Malinau untuk kami, agar penerbangan bisa lancar lagi. Meskipun, kami harus membayar sekali penerbangan dengan tarif reguler pun tidak mengapa. Yang penting, penerbangan ke kecamatan kami diadakan. Terlebih, tidak adanya penerbangan MAF membuat kesulitan kami bertambah," tuturnya.

Untuk sekali penerbangan reguler, dibeberkan Roni, masyarakat harus membayar Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk penerbangan subsidi, masyarakat hanya membayar Rp 375 ribu.

Perbedaan yang cukup besar antara penerbangan reguler dan subsidi, disampaikan Roni, tidak menjadi persoalan bagi masyarakat Kecamatan Bahau Hulu.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help