Polisi Kembali Amankan Sabu 1 Kg di Tarakan

Adi Affandi sempat memperlihatkan rekaman CCTV saat M mengambil bungkusan dari salah seorang pengendara motor

Polisi Kembali Amankan Sabu 1 Kg di Tarakan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Diresnarkoba Polda Kalimantan Utara AKBP Adi Affandi memberikan keterangan pers perihal penangkapan M dan barang bukti 1 kilogram sabu-sabu di Mapolda Kalimantan Utara, Jumat (25/5/2018) pukul 16.40 sore. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Belum sempat menikmati utuh iming-iming upah sebagai kurir barang haram, sabu-sabu, pria berinisial M asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan sudah berurusan dengan Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.

M yang berusia sekitar 35 tahun, bertubuh gempal dengan muka ditutupi sebo, terpaksa harus diborgol aparat Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kalimantan Utara. Ia kedapatan dan terbukti membawa sabu-sabu seberat 1,2 kilogram.

Tim operasional lapangan Ditreskoba Polda menciduk M di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor sesaat turun dari speedboat Limex Manora yang membawanya dari Tarakan. "Penangkapan dilakukan sekitar jam 3 sore, Kamis (24/5) kemarin," kata Direskoba Polda Kalimantan Utara AKBP Adi Affandi saat menggelar konferensi pers, Jumat (25/5) di Ditreskoba Polda Kalimantan Utara.

M merupakan kurir yang diperintahkan oleh seorang bandar besar di Makassar berinisial A. Kejadian berawal saat tersangka M diminta oleh A berangkat dari Makassar ke Tarakan dengan upah Rp 10 juta jika barang haram itu sampai di Kota Daeng.

Untuk meyakinkan M, A memberikan uang muka Rp 4 juta dan tiket pesawat Makassar-Tarakan. Rabu (23/5), M berangkat dari Makassar, dan tiba di Tarakan pukul 11.30 siang. Ia menginap di Hotel Harmonis Tarakan.

Adi Affandi sempat memperlihatkan rekaman CCTV saat M mengambil bungkusan dari salah seorang pengendara motor di depan gerbang hotel. M membenarkan bahwa barang yang diserahkan pemotor tersebut adalah sabu-sabu. "Siapa si pengendara motor ini, itu yang masih kita selidiki lebih lanjut," katanya.

Yang pasti kata Diresnarkoba, muasal sabu-sabu tersebut adalah dari Malaysia. Itu menguatkan dugaan terdapat sindikat jaringan internasional yang lalu lalang di Kalimantan Utara. "Kami sedang berusaha memburu si pemotor itu. Kami juga akan kembangkan kasus-kasus yang ada," katanya.

Dari penangkapan M, selain menyita sabu seberat 1,2 kilogram, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 4,3 juta, tiket speedboat Tarakan-Tanjung Selor, beserta ponsel, dompet, dan tas gendong.

"Rencananya pelaku ini sudah mau pulang ke Makassar dari Tarakan melalui rute Tanjung Selor, Berau, Samarinda. Tapi akhirnya berhasil kami gagalkan di Tanjung Selor," kata AKBP Adi Affany yang juga mantan Wadirresnarkoba Polda Bangka Belitung ini. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help