Harga Emas Berpeluang Menguat Akibat Ketegangan Global

Data pemesanan inti barang tahan lama atawa core durable goods orders AS di April juga akan mempengaruhi harga emas pekan depan.

Harga Emas Berpeluang Menguat Akibat Ketegangan Global
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Perlahan namun pasti, harga emas mulai menanjak. Harga si kuning kembali melesat lantaran sejumlah peristiwa yang memicu ketegangan politik global.

Jumat (25/5/2018), per pukul 18.05 WIB, harga emas kontrak pengiriman Juni 2018 di Commodity Exchange terkerek 0,09% ke US$ 1.305,60 per ons troi. Pekan ini, harga emas tercatat sudah naik 1,1%.

Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, sebelum ini harga emas datang tertekan karena pelaku pasar punya ekspektasi suku bunga The Federal Reserve bakal naik lebih agresif di tahun ini.

Namun, notulensi pertemuan FOMC yang dirilis pekan ini meredam ekspektasi tersebut.
Notulensi tersebut memberi sinyal mayoritas pejabat The Fed menyetujui kenaikan suku bunga acuan bersifat gradual. Tidak ada pembahasan mengenai kenaikan suku bunga lebih dari tiga kali tahun ini.

"Artinya, masih belum ada perubahan kebijakan dari bank sentral Amerika Serikat (AS) sehingga emas bisa rehat dari penurunannya," kata Alwy, Jumat (24/5).

Sinyal penguatan
Konflik politik AS yang kembali mencuat turut menjadi dorongan sentimen positif untuk emas. Kemarin, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan surat pembatalan konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan Korea Utara yang sedianya dijadwalkan 12 Juni mendatang.

Sementara, ketidakpastian dagang antara AS dan China juga belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, Trump sempat mencetuskan ketidakpuasan terhadap proses negosiasi dengan China.

"Kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan politik di Iran dan Venezuela juga masih ada. Jadi, aset safe haven berpotensi diburu lagi oleh pelaku pasar," tambah Alwy.

Adapun, harga emas saat ini sudah mulai kembali menembus level psikologisnya di area US$ 1.300. Proyeksi Alwy, penguatan harga emas berpeluang berlanjut hingga awal pekan depan jika level ini mampu dipertahankan.

Tambah lagi, dollar AS sudah terus menguat dalam lima pekan terakhir dan mulai mengalami overbought. Kondisi ini membuka peluang koreksi bagi dollar AS, sehingga harga emas bisa meneruskan laju penguatannya.   

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help