Liga Champions

Madrid Raih Juara Liga Champions 2018, Prestasi Zizou Tembus Batas

Publik sangsi ketika Real Madrid menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala tim utama pada 4 Januari 2016.

Madrid Raih Juara Liga Champions 2018, Prestasi Zizou Tembus Batas
DIMITAR DILKOFF / AFP
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, 

TRIBUNKALTIM - Publik sangsi ketika Real Madrid menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala tim utama pada 4 Januari 2016. Bagaimana tidak, meski punya pengalaman tinggi sebagai pemain, Zidane tidak punya pengalaman melatih setinggi pelatih-pelatih kelas wahid lain di Eropa.

Karier Zinedine Zidane sebagai pesepakbola memang tidak perlu diragukan lagi. Zizou, sapaannya, pernah merasakan berbagai gelar juara bersama Bordeaux, Juventus, Real Madrid, dan tim nasional Prancis. Di Bordeaux, dia mengangkat trofi Piala Intertoto. Bersama Juventus dia merasakan gelar juara Serie A, Supercoppa Italiana, Piala Super Eropa, Piala Intercontinental, dan Piala Intertoto.

Kesuksesan di Juventus berlanjut ketika Zizou hijrah ke Real Madrid. Dia membawa Los Blancos menjuarai La Liga, Liga Champions, Piala Super Eropa, Supercopa de Espana, dan Piala Intercontinental. Karier Zizou di tim nasional juga hebat. Dia membawa Les Blues menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Baca: Lawan Bhayangkara FC, Pesut Etam Bawa Poin Penting ke Samarinda

Pria berdarah Aljazair itu mengakhiri kariernya sebagai pemain setelah Piala Dunia 2006. Pascapensiun Zidane melepas kesehariannya dari sepak bola meski beberapa kali bermain di laga-laga penggalangan amal.

Zidane kembali ke Real Madrid pada Juni 2009. Saat itu dia ditunjuk sebagai penasihat Presiden Florentino Perez. Dia, bersama Jorge Valdano dan Miguel Pardeza menjadi kunci pengambilan keputusan sisi keolahragaan klub.

Sempat menyatakan belum ingin menjadi pelatih setelah Piala Dunia 2010, pada November 2010 Zidane ditunjuk sebagai penasihat khusus di tim utama Real Madrid. Zidane mendapat peran itu atas permintaan Jose Mourinho, pelatih Real Madrid ketika itu. Mourinho ingin Zidane berpartisipasi dalam persiapan pertandingan, sesi latihan, dan pertemuan dengan pelatih kepala di pertandingan-pertandingan Liga Champions. Lewat peran itu Zidane bisa belajar cara melatih dan membangun hubungan dengan para pemain.

Tak sampai setahun, Zidane beralih peran. Dia menjadi direktur olahraga Real Madrid menggantikan Jorge Valdano. Dua tahun kemudian Zidane turun gunung menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti.

Real Madrid kemudian memberikan kesempatan kepada Zidane untuk naik kelas. Mulai Juni 2014 Zizou didaulat sebagai pelatih kepala Real Madrid Castilla. Itu adalah pengalaman pertama Zidane menjadi pelatih yang kemudian membawanya ke bangku pelatih tim utama Real Madrid.

Baca: CR7 Berlari ke Tribun Penonton, Peluk Seseorang Sambil Menangis; Kisah Persahabatan Menyentuh Jiwa

Mengelola tim seperti Real Madrid bukan hal yang mudah. Real Madrid bermaterikan pemain-pemain yang memiliki ego yang tinggi.

Namun demikian, Zidane membuktikan Real Madrid tidak salah memberikan kepercayaan kepada dirinya. Di bawah arahannya, Real Madrid tetap solid dan mampu mendominasi persepakbolaan Eropa.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved