Dermaga Pasar Pagi Dibangun, Akan Ada Tempat Khusus Untuk Kapal Wisata

Sebanyak 6 dermaga ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari untuk aktivitas bongkar muat kapal dari Sulawesi

Dermaga Pasar Pagi Dibangun, Akan Ada Tempat Khusus Untuk  Kapal Wisata
(TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE)
Kapal wisata sandar di Dermaga Pasar Pagi, Jalan Gajah Mada, baru-baru ini. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda akan menata kawasan Dermaga Mahakam Ilir atau lebih dikenal dengan Dermaga Pasar Pagi, di Jalan Gajah Mada. 

Penataan ini meliputi pembangunan dermaga baru dan kantung-kantung parkir. Pemaparan Detailed Engineering Design (DED) Dermaga Pasar Pagi ini digelar di ruang rapat kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Jalan MT Haryono, Rabu (30/5/2018). 

Sesuai DED, panjang dermaga baru yang akan dibangun ini sekitar 375 - 425 meter. Dermaga ini akan terdiri dari 6 dermaga kecil, lengkap dengan halte dan terminal. 

Baca: Berstatus Janda, tapi Penampilan 6 Artis Ini Masih Seperti ABG

Sebanyak 6 dermaga ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari untuk aktivitas bongkar muat kapal dari Sulawesi (angkutan laut), aktivitas kapal Samarinda - Handil dan Samarinda - Kutai Lama, aktivitas kapal Samarinda - Mangkupalas, aktivitas kapal MPI, aktivitas kapal ke Batang Aji dan Samarinda Seberang (kapal wisata) dan aktivitas speedboat.

Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp.26 miliar - Rp.30 miliar.

Kepala Dishub Samarinda Ismansyah mengatakan, secara umum, fungsi dermaga yang akan dibangun ini tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja, agar sejalan dengan program Waterfront City atau pengelolaan bantaran sungai menjadi pusat bisnis, pariwisata dan transportasi, Dermaga Pasar Pagi ini akan dilengkapi dengan sebuah dermaga wisata khusus. 

Baca: Tok, Putusan Hakim, 2 Bos First Travel Harus Mendekam Selama Ini di Penjara

Di mana seperti diketahui, kata Ismansyah, di Kota Samarinda saat ini telah beroperasi sebanyak 5 unit kapal wisata. Adanya dermaga wisata ini juga diharapkan bisa mendukung kelancaran penumpang yang ingin menikmati keindahan Sungai Mahakam dengan kapal wisata tersebut.

Khususnya untuk kapal wisata ini, kata Ismansyah, masih hanya dibatasi sebanyak 5 unit saja. Untuk sementara waktu, Disub Kota Samarinda akan memberlakukan moratorium penerbitan izin kapal wisata baru.

Tujuannya, agar pengelola kapal wisata yang sudah lebih dahulu beroperasi bisa tetap eksis dan lebih profesional memajukan pariwisata Kota Samarinda, dan tidak disibukkan dengan persaingan mendapatkan penumpang.

Baca: Mendadak Tenar, Ini Deretan Foto Cantik Nissa Sabyan Gambus

Namun jika memang peminat kapal wisata ini nantinya meningkat dengan signifikan, barulah akan berikan izin baru. 

"Ini mau saya hentikan dulu izin kapal wisata baru. Kalau nanti penumpang ramai, baru kita terbitkan lagi,' ujarnya.

Untuk pembiayaan, pembangunan Dermaga Pasar Pagi ini diharapkan bisa dialokasikan di APBD Kota Samarinda, APBD Provinsi Kaltim atau APBN. Ismanyah juga mengaku optimistis pembangunan Dermaga Pasar Pagi ini bisa mendapat dukungan APBN. Pasalnya, saat ini sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Kawasan Berbasis Sungai, yang dijadikan dasar untuk meminta bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat.

Baca: Siap-Siap Hadapi Lonjakan Pengunjung, Citra Niaga dan Pelabuhan Penumpang Mulai Dibenahi

"Kita upayakan bisa dari APBD Kota (Samarida), APBD Provinsi (Kaltim) atau APBN-lah," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved