Opini

Qua Vadis Unmul? The Best Performance Ever

QUO vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang terjemahannya secara harafiah berarti "Ke mana engkau pergi?"

Qua Vadis Unmul? The Best Performance Ever
UNMUL.AC.ID
Gedung Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda. Seperti universitas lainnya, Unmul kini juga tengah menujui world class university. 

Oleh: Dr. Bohari Yusuf *)
QUO vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang terjemahannya secara harafiah berarti "Ke mana engkau pergi?" Kalimat ini adalah terjemahan Latin dari petikan bagian apokrif Kisah Petrus (https://id.wikipedia.org/wiki/Quo_vadis). Jika pertanyaanya adalah ‘’Kemana Engkau Pergi’’ tentu setidak-tidaknya harus memahami “dari mana engkau berangkat”, kalau tidak, khawatir informasi yang disampaikan tidak akan nyambung secara logis.

Setuju atau tidak, Universitas Mulawarman masih yang terbesar dan terbaik, setidaknya di Kalimantan. Terbesar dari jumlah mahasiswa yang menghampiri 37 ribu orang, dan terbaik karena satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan yang terakreditasi A. Bahkan Unmul adalah Perguruan Tinggi ke-2 di Indonesia Timur yang meraih Akreditasi A setelah Unhas. Setelah itu menyusul UNM (Makassar), Unsrat (Manado) dan UNG (Gorontalo). Tidak banyak memang, saat ini hanya 5 di Indonesia Timur.

Akreditasi (AIPT) adalah faktor utama yang harus dipercaya tentang keberhasilan sebuah institusi, karena penilaiannya dengan indikator yang sangat komprehensif. Pemeringkatan lainnya seperti Webometrics adalah subyektif berbasis Website saja tanpa visitasi, sebagaimana yang dikutip J.Pardosi (Tribun Kaltim, 27 Mei 2018), atau versi Kemenristek & Dikti sekalipun yang menempatkan Unmul pada posisi 52 dari lebih 4.900 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia (toh masuk 100 besar Indonesia adalah juga prestasi membanggakan), masih subyektif, karena sifatnya administratif berdasarkan data yang di-input.

Baca: Jauhar Tantang Mahasiswa Unmul Mengabdikan Diri untuk Desa

Boleh juga kita ambil versi dunia lainnya yaitu versi 4ICU (for International Colleges and Universities), menempatkan Unmul pada posisi 58, tertinggi di Kalimantan di atas Untan (62), ULM/Unlam (85), bahkan lebih tinggi dari Untad (61), UNM (68), UNJ (78), UNG (83), UHO (87), Undana (93). Sesungguhnya jika ingin melihat peringkat dunia secara objektif, seharusnya merujuk ke QS (Quackquarelli Symonds) World University Rankings, karena metodologi dan parameternya lebih jelas bahkan dikategorikan by subject (arts & humanities, engineering & technology, life science & medicine, natural sciences, social sciences & management).

Berbicara peringkat Unmul ini, tergantung pada tendensi penulisnya, dan sejauh mana penulis memahami, memiliki dan mendalami data yang obyektif, tidak hanya sekedar ‘mencomot’ dari internet. Kembali ke Quo Vadis, penulis ingin mengajak untuk melihat data secara obyektif dan faktual, setidaknya mengajak pembaca untuk ‘bertamasya’ melihat unmul 5 tahun terakhir dengan base line data tahun 2013, kemudian membandingkan secara kuantitatif dengan data capaian akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018.

Dari sisi infrastruktur, sejak berdirinya 1962, setelah 53 tahun kemudian, yaitu baru pada tahun 2015, Unmul memiliki lahan milik sendiri, paling tidak untuk 4 kampus utama (Gunung Kelua, Flores, Banggeris, Teluk Dalam, sebelumnya lahan Unmul atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim).

Konsekwensinya, Unmul langsung mendapatkan pendanaan (segar) berupa Loan dari Islamic Development Bank senilai USD 51 Juta (hanya pernah terjadi di tahun 1997-

2000, OECF Jepang), yang akan membiayai kegiatan soft dan hard program. Ground breaking untuk hard program akan dilakukan pada bulan Juli 2018 dan akan dibangun 7 gedung canggih, satu diantaranya adalah integrated laboratory, sebuah smart building yang di dalamnya terdapat peralatan riset terlengkap di Kaltim dan Kaltara.

Di dalamnya kita akan menemukan mikroskop elektron (Scanning Electron Microscope), computer super-cepat (High Performing Computing), kromatografi super-canggih (GC/LC MS/MS), dan peralatan riset lainnya. Pada tahun 2013 didapatkan warisan 16 gedung mangkrak dari APBD Kaltim, dimana saat ini perlahan diselesaikan dengan APBN dan tersisa 12 gedung yang terus diperjuangkan penyelesaiannya.

Baca: Apa Dampak Debat Pilkada Kaltim Bagi Pemilih, Ini Analisis Dosen Komunikasi Unmul

Kenapa gedung mangkrak tidak diselesaikan dengan dana Loan IDB ? Karena dana Loan (khususnya Lender IDB) tidak diperuntukkan bagi penyelesaian atau rehabilitasi gedung yang tidak satu program atau paket dengan dana Loan tersebut. Jumlah Program Studi di Unmul saat ini adalah 91 terdiri atas 62 Program Studi S1, 13 program S2, 4 Program S3, 7 Program D3 dan 5 Program Profesi (sekaligus mengoreksi data J. Pardosi, Tribun Kaltim 27 Mei 2018, termasuk data jumlah mahasiswa seharusnya 36 ribu dan jumlah dosen 1092).

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help