Gara-gara Ini, Kontraktor Jalur Dua Depan Kantor Bupati PPU Dikenakan Denda

Selain diberikan denda lanjutnya, kontraktor tersebut juga masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan proyek tersebut

Gara-gara Ini, Kontraktor Jalur Dua Depan Kantor Bupati PPU Dikenakan Denda
Tribun Kaltim/Samir
jalur dua depan kantor Bupati PPU 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Pekerjaan Umum Penajam Paser Utara (PPU), akan mengenakan denda kepada kontraktor pelaksana proyek pembangunan jalur dua depan Kantor Bupati, kilometer 9 Kelurahan Nipah-NiIpah.

Pasalnya sampai masa kontrak 31 Mei berakhir, proyek ini belum rampung karena progress hanya 82 persen.

Kabid Bina Marga, Dinas PU PPU, Edi Hasmoro mengatakan, untuk besaran denda yang harus ditanggung kontraktor sesuai dengan item pekerjaan yang belum selesai. "

Jadi yang dihitung itu item yang belum selesai bukan yang sudah selesai. Hitungannya ya 18 persen yang belum selesai dan ada perhitungan untuk besaran denda itu," jelasnya.

Baca: Diluncurkan Sejak Desember 2017, Unik Banget Loh Merchandise Asian Games 2018, Mau?

Selain diberikan denda lanjutnya, kontraktor tersebut juga masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan proyek tersebut 50 hari ke depan meski kontrak mereka sudah berakhir.

Bila selama 50 hari ternyata tak mampu juga menyelesaikan sesuai kontrak, maka kemungkinan besar kontraktor tersebut akan di black list atau masuk daftar hitam.

Mengenai adanya kerusakan jalan yang sudah diaspal, Edi mengaku seharusnya kontraktor tersebut sudah melakukan pengapaslan ulang terhadap jalan yang sudah rusak, namun terkenda cuaca hujan sehingga rencana itu belum kunjung dilakukan.

Baca: Dua Pria Diamankan Usai Buang Sabu di Rumput

"Tapi sudah diberikan agregat kelas A, sehingga tinggal pengapaslan saja. Seharusnya kemarin atau hari ini mereka aspal, tapi karena cuaca sehingga tertunda lagi," ujarnya.

Namun demikian, Edi mengatakan tak perlu khawatir karena untuk arus mudik lebaran nanti diharapkan sudah bisa selesai perbaikan. 

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help