Temuan BPK, Dana BOS 2017 Tersisa Rp 200 Juta, Ini Penjelasan Kadisdikbud Paser

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017 mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Temuan BPK, Dana BOS 2017 Tersisa Rp 200 Juta, Ini Penjelasan Kadisdikbud Paser
NET/GOOGLE
Ilustrasi - Dana BOS 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017 mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Kabupaten Paser sebesar Rp 35 miliar. Namun, belakangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dana BOS itu tersisa Rp 200 juta di bank.

Penjelasan terhadap temuan BPK, menurut Kepala Disdikbud Paser Murhariyanto, telah diselesaikan oleh sekolah masing-masing. "Itu dana BOSNas 2017 yang diperiksa BPK tahun 2018. Ada sisa (saldo) di bank Rp 200 juta. Uang apa itu? Nah semua itu sudah dijelaskan oleh para kepala sekolah," kata Murhariyanto, Kamis (31/5).

Dalam pelaporan admistrasi keuangan yang baik, lanjut Murhariyanto, setiap penggunaan dana dipertanggungjawabkan dalam laporan. Dari total dana BOSNas Rp 35 miliar untuk ratusan sekolah itu, Rp 200 juta tidak ada penjelasannya dalam laporan, sehingga uangnya terkesan sisa di bank.

Baca: Kapolda Kaltim Kunjungi Polres Paser, Beri Arahan Redam Konflik di Daerah

"Setelah Rp 35 miliar itu digunakan sekolah masing-masing, yang belum laporkan penggunaannya terkumpul Rp 200 juta, terkumpul dari ratusan sekolah, ada yang Rp 3 juta, Rp 4 juta dan Rp 5 juta. Setelah dibuatkan laporannya oleh sekolah-sekolah, ternyata Rp 200 juta itu ada biaya administrasi bank, honor guru dan lainnya yang belum dicairkan," ucapnya.

Baca: Ibu Guru Sukaenah Nekat Terobos Banjir Setinggi Paha Demi Selamatkan Perabotan Sekolah

Dengan demikian, tambah Murhariyanto, pertanggungjawab terhadap penggunaan dana sebesar Rp 200 juta telah diselesaikan, sehingga Disdikbud juga telah menunaikan rekomendasi BPK tersebut.

"Sudah selesai di SPJ-kan, tidak ada masalah lagi, kita telah melaksanakan rekomendasi BPK," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help