Ramadan 2018

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Disperindagkop Berau Gelar Pasar Murah

Selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat dipastikan akan mengalami peningkatan.

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Disperindagkop Berau Gelar Pasar Murah
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Idul Fitri, kebutuhan masyarakat dipastikan akan mengalami peningkatan.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga dan menurunkan daya beli masyarakat.

Untuk itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan.

Tahun ini, Disperindagkop menggelar pasar murah di Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur, Biatan dan Bidukbiduk.

Baca: Sore Ini, Mahasiswa dari 3 Universitas di Samarinda Gelar Aksi Hari Tanpa Tembakau

“Pasar murah ini sudah dilaksanakan sejak minggu lalu di Birang dan Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Sementara minggu ini ada di Labanan dan Tumbit. Sejauh ini animo masyarakat cukup bagus dan banyak yang datang,” kata Kepala Disperindagkop Berau, Wiyati, Kamis (31/5/2018).

Untuk menggelar pasar murah ini, Diskoprindag bekerjasama dengan sejumlah agen dan menjual bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Beberapa bahan pokok yang dijual mulai dari beras, gula, minyak goreng, tepung, susu, hingga minuman kebutuhan masyarakat lainnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Fokus pada Masyarakat Kurang Mampu

Wiyati menambahkan, pasar murah ini nantinya akan dirubah pola distribusinya, selain untuk meningkatkan daya beli beli masyarakat, pasar murah juga akan fokus membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

“Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan subsidi harga. Sehingga harga yang dijual nantinya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya.

Baca: Mulai 9 Juni, Pemerintah Israel Larang Turis Indonesia Masuk ke Yerusalem

Dipaparkannya, subisidi bisa berasal dari anggaran pemerintah daerah, atau melibatkan sejumlah perusahaan swasta melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Karena bersubsidi, harga bahan pokok yang dijual nantinya bakal lebih murah, dengan pengurangan harga mencapai 50 persen. Ini yang akan kita lakukan nanti, sumber subisdinya akan kami dibicarakan lagi, apakah mengandeng perusahaan untuk pemanfaatan dana TJSL atau anggaran dari pemda seluruhnya,” katanya lagi.

Pasar murah menurut Wiyati memang sengaja dilakukan di berbagai kecamatan, mengingat kondisi geografis Kabupaten Berau yang begitu luas.

“Dengan adanya pasar murah ini, mereka (warga yang bermukim jauh dari kota) tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kota untuk membeli kebutuhan pokok,” jelasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help