BI Kaltim Perkirakan Transaksi Keuangan Besar-besaran Terjadi di Pekan Ini

pekan ini ada pembayaran gaji, tunjangan hari raya, dan penarikan untuk keperluan hari raya lainnya.

BI Kaltim Perkirakan Transaksi Keuangan Besar-besaran Terjadi di Pekan Ini
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
Kepala BI Kaltim Muhamad Nur (kiri), Asisten III Setkot Samarinda Burhanuddin (tengah) dan Dirut Bankaltimtara, Zainuddin Fanani menggunting pita menandai dimulainya loket penukaran uang di GOR Sempaja 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Pekan ini diperkirakan terjadi penarikan uang secara besar-besaran dari kas Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim.

Hal ini diungkapkan Kepala KPw BI Kaltim, Muhamad Nur, di sela-sela pembukaan loket penukaran uang di GOR Madya Sempaja Samarinda, Senin (4/6/2018).

Menurut Nur, pekan ini ada pembayaran gaji, tunjangan hari raya, dan penarikan untuk keperluan hari raya lainnya.

"Kan kita kerjasama dengan bank-bank. Kita minta jadwal bank itu kapan menarik uang dari BI. Dan sebagian besar penarikan puncaknya di pekan ini," ungkap Nur.

Baca: Informasi Korban Tenggelam di Sungai Mahakam Masih Simpang Siur, Tim SAR Tetap Lakukan Pencarian

Nur memerkirakan, penarikan di pekan ini lebih mencapai 90 persen dari total alokasi uang tunai yang disiapkan BI Kaltim, untuk keperluan Ramadan dan lebaran. Diketahui, BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,6 triliun khusus untuk memenuhi kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Lebaran.

"Bisa sampai 90 persen akan keluar pekan ini," katanya lagi.

Kendati demikian, Nur memastikan ketersediaan uang tunai di BI mencukupi berapapun besaran uang tunai yang diperlukan.

"Dari perkiraan kita bersama perbankan, kebutuhan Ramadan dan Lebaran itu Rp 2,6 triliun. Kecuali nanti ada lonjakan permintaan dari bank, ya mungkin lebih. Tapi, berapapun kita siap," katanya.

Baca: Polres PPU Gelar Apel Tiga Pilar, Ini Pesan Bupati Yusran

Sementara itu, BI Kaltim bersama 9 perbankan membuka loket penukaran uang di GOR Madya Sempaja.

"Kita ingin mengedukasi masyarakat supaya tidak perlu menukar di tepi jalan. Kan sayang uangnya. Mereka ambil untung sampai 10 persen. Tukar Rp 1 juta, bayarnya Rp 1,1 juta," ucapnya.

Kebanyakan, para penjaja uang ini baru berjualan di malam hari, atau saat hari libur.

Baca: Bobol Rumah Untuk Modal Mudik, Pelaku Diringkus Saat Berada di Pelabuhan Samarinda

"Kita ingin masyarakat memanfaatkan fasilitas yang kami sediakan. Kalau tukar Rp 1 juta, ya dapatnya juga Rp 1 juta. Tak kurang dan tak lebih," tutur Nur.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help