Oknum ASN Sebar Video Paslon Walikota Tarakan di WA

Sebenarnya kalau bukan ASN bebas saja, tapi dia (KM) ini seorang ASN loh, dan ASN ini melekat pada dirinya dan ASN dituntut netral

Oknum ASN Sebar Video Paslon Walikota Tarakan di WA
Tribun Kaltim/Junisah
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Sulaiman 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan kembali memanggil seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Tarakan yang diduga melanggar aturan disiplin ASN dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan.

Pria berinisial KM diduga menyebarkan video satu pasangan calon (Paslon) di grup WhatsApp (WA). Bawaslu memanggil KM untuk dimintai keterangannya.

"Hari ini kami memanggil KM untuk dimintai keterangannya terkait kronologi penyebaran video salah satu paslon. Sebab tindakan KM menyebarkan video salah satu paslon ini sudah salah. Tindakan KM ini sebagai bentuk ajakan untuk memilih paslon tersebut," ucap Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Sulaiman, Senin (4/6/2018) di Tarakan.

Menurut Sulaiman, apabila KM pekerjaannya bukan ASN, sebenarnya tidak ada masalah dan sah-sah saja. Namun karena KM ini seorang ASN, tentunya ini tindakan yang salah. Pasalnya sesuai aturan, seorang ASN harus netral di pilkada dan tidak boleh memihak salah satu paslon.

"Sebenarnya kalau bukan ASN bebas saja, tapi dia (KM) ini seorang ASN loh, dan ASN ini melekat pada dirinya dan ASN dituntut harus netral. Bahkan dalam video yang disebarkan itu benar-benar ada ajakan dengan kalimat "lanjutkan". Artinya kalimat seperti ini mengajak dan perintah untuk memilih paslon tersebut," ujarnya.

Sulaiman berharap KM yang dipanggil untuk dimintai keterangan dapat memenuhi panggilan Bawaslu. Apabila dua sampai tiga kali KM tidak mau memenuhi panggilan, terpaksa diberikan surat rekomendasi kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tarakan.
"Tidak memenuhi panggilan kami, yah kami langsung memberikan surat kepada BKPP Kota Tarakan, dengan alasan tidak ada niatan baik, untuk memenuhi panggilan kita. Sebab panggilan ini untuk memintai keterangan, apakah ada kesengajaan atau tidak dalam menyebarkan video paslon tersebut," ujarnya.

Sulaiman mengaku, sebenarnya KM ini pernah dipanggil untuk dimintai keterangan dengan permasalahan lain. Waktu itu permasalahannya KM terlihat duduk dan foto bersama dengan salah satu paslon.

"Waktu kami panggil untuk dimintai keterangannya KM datang. Waktu itu kami hanya memberikan peringatan kepada KM untuk tidak melakukan hal tersebut. Tapi ternyata KM melakukannya lagi dengan menyebarkan video paslon tersebut," ucapnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help