Pangdam Ingin Anak Perbatasan jadi Prajurit TNI

Fisik merupakan satu kendala yang selalu dihadapi calon prajurit. Untuk itu harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh

Pangdam Ingin Anak Perbatasan jadi Prajurit TNI
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto tampak akrab mengenakan baju muslim berwana putih. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Setelah mengunjungi beberapa kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kaltim dan Kaltara, Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto akhirnya sampai di Malinau untuk melanjutkan Safari Ramadan. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan keinginannya agar banyak putra dan putri daerah bergabung ke TNI.

Safari Ramadan digelar, pada Sabtu (2/6), di Ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau. Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah dan seluruh Kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Malinau. Selain melaksanakan buka puasa bersama, Safari Ramadan juga diwarnai dengan Sholat Tarawih berjamaah.

"Mari, bersama kita berikan semangat kepada putra dan putri kita untuk bergabung dengan anggota TNI. Kita masih memerlukan banyak prajurit. Jadi, ini kesempatan bagi anak-anak kita. Terutama, anak-anak kita di daerah pedalaman, perbatasan dan pulau terluar di Indonesia. Seperti di Malinau ini," ujarnya saat memberikan sambutan di hadapan peserta dan tamu undangan.

Memperkuat fisik dan mental, ungkap jendral bintang dua ini, sebuah hal yang mutlak, harus dipenuhi oleh seluruh calon prajurit TNI. Oleh karenanya, Subiyanto meminta, agar seluruh calon prajurit mempersiapkan fisik dan mental sejak dini. Sehingga, saat melakukan tes dapat lolos dan segera bergabung sebagai anggota TNI.

"Fisik merupakan salah satu kendala yang selalu dihadapi oleh calon prajurit. Untuk itu, haruslah dipersiapkan dengan sungguh-sungguh sebelum mendaftar menjadi prajurit. Sebab, banyak anak kita yang jatuh saat tes fisik tersebut. Fisik ini menjadi sangat penting, karena menjadi prajurit TNI harus memiliki fisik yang kuat," tegasnya.

Persiapan fisik dan mental seperti yang disampaikan Pangdam VI/Mulawarman, juga menjadi beban bagi satuan teritorial di daerah. Seperti di Malinau, Subiyanto menegaskan, Kodim, Batalyon hingga Koramil memiliki peran dalam mensukseskan para calon prajurit di daerah untuk bisa menjadi prajurit TNI.

"Jadi, memang isntruksi dari Mabes TNI AD kepada seluruh satuan itu untuk mempersiapkan calon prajurit untuk sesiap-siapnya saat melakukan tes menjadi prajurit. Bahkan, bukan hanya untuk menjadi tamtama dan bintara saja, mereka juga memiliki beban untuk mempersiapkan calon perwira di setiap daerah. Ini menjadi beban tersendiri untuk Koramil," tandasnya.

Menjadi perhatian tersendiri oleh Mabes TNI AD, lanjut Subiyanto, agar menggandeng anak-anak pedalaman, perbatasan dan pulau terluar untuk menjadi prajurit TNI. Bahkan, Mabes TNI AD menetapkan 20 persen kuota untuk anak-anak di daerah tersebut untuk menjadi prajurit TNI.

"Total itu, merupakan total keseluruhan anggota TNI yang diperlukan se-Indonesia. Mabes TNI AD telah menentukan kuota khusus. Nah, ini menjadi kesempatan lagi buat anak-anak kita agar bisa bergabung. Tentu akan dipersiapkan lagi sebelum mengikuti tes oleh Kodim, Batalyon dan Koramil asal anak tersebut," ungkapnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help