Selasa, 7 April 2026

Microsleep, Maut yang Mengintai Saat Mengemudi

Wisnu mengingatkan bahaya kelelahan saat mengemudi dengan durasi yang panjang.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Microsleep merupakan potensi bahaya yang banyak tidak disadari oleh para pengemudi. Kondisi ini harus diwaspadai, karena berpotensi mengakibatkan kecelakaan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -  Tak lama lagi umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri, atau Lebaran.

Biasanya, Lebaran ini diikuti dengan tradisi mudik.

Di mana sebagian besar masyarakat banyak melakukan aktivitas di jalan raya.

Kasatlantas Polres Berau, AKP Wisnu Dian Ristanto, mengingatkan masyarakat yang mengemudikan kendaraan sendiri, agar lebih berhati-hati saat mengemudikan kendaraan.

Wisnu mengingatkan bahaya kelelahan saat mengemudi dengan durasi yang panjang.

Kelelahan ini dapat memicu microsleep.

Microsleep adalah situasi di mana pengemudi tiba-tiba terlelap, meski hanya beberapa detik, itu sebabnya disebut microsleep, atau tertidur sejenak.

Baca: Borneo FC Menimbang Alternatif Komposisi Tanpa Rachman

“Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka,” jelas Wisnu, Selasa (5/6/2018).

Wisnu menganalogikan, sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam, kemudian pengemudi mengalami microsleep selama 3 detik saja, maka kendaraan sudah menempuh perjalanan sejauh 200 meter.

Dalam rentang 200 meter ini, apapun bisa terjadi, misalnya, menabrak kendaraan lain, tergelincir keluar jalur bahkan terjun bebeas ke dalam jurang.

“Seringkali pengemudi menganggap dia kebal. Dan menganggap kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain, perasaan ini yang membuatnya lengah di perjalanan,” paparnya.

Pengemudi dengan tipikal seperti ini, biasanya cenderung memaksakan diri, bahkan menginjak gas lebih dalam agar kendaraan melaju kencang dan berharap, hormon andrenalin dari gaya mengemudi ekstrem ini dapat menghilangkan kantuk.

Baca: Curhat Via Vallen Terkait Pelecehan Malah Dianggap Pencitraan, Situ Emang Cantik Banget ya?

Padahal, dalam kecepatan tinggi, roda kendaraan kehilangan daya cengkeramnya.

Terlebih lagi jika kondisi jalan basah dan licin.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved