Speedboat Reguler Angkut Penumpang Sesuai Jumlah Life Jacket

Kita melakukan pemeriksaan dan pengecekan ini untuk mewujudkan dan menciptakan transporatasi yang aman, nyaman

Speedboat Reguler Angkut Penumpang Sesuai Jumlah Life Jacket
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
KSOP Tarakan sedang melakukan sidak kelengkapan keselamatan penumpang, salah satunya life jacket di speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu, 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dalam rangka persiapan angkutan Lebaran, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan kembali melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap armada speedboat reguler yang melayani arus mudik di Pelabuhan Tengkayu I, Selasa (5/6/2018).

Dalam pemeriksaan ini KSOP menurunkan langsung tim maritim inspektur. Tim inspektur ini memeriksa semua peralatan dan kelengkapan keselamatan yang ada di speedboat reguler seperti life jacket bagi penumpang dan pengujian stering hidrolik.

Kepala KSOP Kelas III Tarakan Letkol Marinir Abdul Rahman melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Syahruddin mengatakan, pemeriksaan dan pengecekan peralatan dan kelengkapan yang dilakukan ini merupakan sarana penunjang untuk keberngkatan.

"Kita melakukan pemeriksaan dan pengecekan ini untuk mewujudkan dan menciptakan transporatasi yang aman, nyaman demi keselamatan bersama selama pelayaran," ucap Syahruddin, Selasa (5/6/2018).

Syahruddin mngatakan, khusus pengecekan life jacket, pihaknya mendapati 61 life jacket yang tidak layak lagi digunakan dari 10 speedboat reguler. Pasalnya life jacket itu mengalami kerusakaan, mulai dari talinya rusak, kainnya sobek hingga gabusnya menipis.

"Life jacket yang tidak layak digunakan ini kami mengamankan di gudang. Sebab life jacket yang kita amankan ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki dan harus diganti dengan life jacket yang baru," katanya.

Meski demikian KSOP mengizinkan speedboat reguler itu berlayar dengan penumpang sesuai jumlah life jacket yang masih bagus. Misalnya kapasitas speedboat 50 penumpang, namun ternyata hanya 30 life jacket yang masih bagus. Artinya hanya 30 penumpang yang boleh berangkat.

"Kita tegas untuk pemakaian jaket ini. Kita hanya izinkan speedboat yang berangkat sesuai dengan jumlah life jacket yang masih layak digunakan. Tapi kalau nakhoda atau pemilik kapal langsung mengganti life jacket yang baru, yah tidak masalah. Yang penting kita hitung penumpang sesuai jumlah life jacket yang layak digunakan," tegasnya.

Seperti diberitakan mulai awal Ramadan hingga saat ini KSOP telah menemukan 95 life jacket yang tidak layak digunakan dari beberapa speedboat reguler saat dilakukan pemeriksaan dan pengecekan peralatan dan kelengkapan keselamatan oleh petugas. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help