Harga Kebutuhan Pokok di Sangatta Melonjak, tapi Stok Aman hingga Lebaran

Di lapak sayur, Kasmidi mengecek beberapa komoditi sayur yang harus dipasok dari luar daerah. Seperti kentang

Harga Kebutuhan Pokok di Sangatta Melonjak, tapi Stok Aman hingga Lebaran
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Wabup Kasmidi Bulang saat melakukan peninjauan kenaikan harga bahan pangan di Pasar Induk Sangatta 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Lonjakan harga beberapa kebutuhan pokok di pasaran jelang Lebaran, langsung disikapi Wakil Bupati Kasmidi Bulang. Didampingi jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, ia langsung meninjau ke Pasar Induk Sangatta, Rabu (6/6/2018).

 Peninjauan dilakukan mulai dari lapak basah, yang menjajakan hasil laut, ayam dan daging.

Di tempat itu, Wabup berbincang pada para pedagang tentang penyebab kenaikan harga jelang Lebaran.

“Kondisi harga belakangan ini terjadi kenaikan disebabkan apa? Pasokan ikan kebanyakan dari mana?,” tanya Kasmidi yang langsung dijawab,”Puasa, banyak nelayan tidak pergi melaut. Kami juga dapat pasokan ikan dari Bontang dan Samarinda. Jadi tergantung kondisi ikan di sana. Kalau kosong ya seadanya saja dijual. Harganya pasti tinggi,” ungkap Udin, pedagang ikan di Pasar Induk.

Baca: Kampung Pelangi Paguntaka di Tarakan Segera Launching, Catat Tanggalnya

Wabup juga menanggapi keluhan para pedagang yang meminta pasar sore di tepi jalan di kawasan Jalan Yos Sudarso III maupun Jalan Diponegoro ditertibkan.

Karena membuat pembeli di kawasan Pasar Induk sepi.

“Kita akan lakukan penertiban. Namun secara bertahap. Kendalanya saat ini, kalau mereka kita tertibkan dan diharuskan berjualan di Pasar Induk, lapaknya belum mencukupi. Jumlah pedagang yang terdata jauh melebihi kapasitas yang dimiliki Pasar Induk,” ujar Kasmidi.

Baca: Hari Lebaran, tak Ada Libur Bagi Pemadam Kebakaran

 Ia juga mengecek harga serta stok bahan pangan jenis telur dan beras. Kenaikan harga telur belum signifikan. Masih berkisar di angka Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per piring.

Sementara pemasok beras untuk wilayah Sangatta, mengaku stok beras yang ada di Sangatta aman sampai Lebaran mendatang.  

Baca: Stok Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donorkan Darah

 Di lapak sayur, Kasmidi mengecek beberapa komoditi sayur yang harus dipasok dari luar daerah. Seperti kentang, wortel dan daun bawang yang dipasok dari Jawa. Buncis dari Sulawesi dan beberapa bahan pangan lainnya yang masih sulit diproduksi di Kutim.

“Desakan penyelesaian pembangunan pelabuhan kenyamukan terasa pada saat seperti ini. Dimana pasokan pangan kita terpaksa bongkar muat di pelabuhan Samarinda, kemudian diangkut lagi melalui jalur darat yang memakan biaya transport tambahan. Sehingga mau tak mau, harga jual pun menjadi tinggi. Kalau saja pelabuhan kenyamukan sudah beroperasi, semua bongkar muat bisa dilakukan di Sangatta dan memangkas biaya transport dari Samarinda ke Sangatta,” ungkap Kasmidi.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help