Kejar Wisata Halal Terbaik Dunia, Kemenpar Terapkan Index Wisata Muslim

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Crescent Rating Mastercard meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI)

Kejar Wisata Halal Terbaik Dunia, Kemenpar Terapkan Index Wisata Muslim
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Wisatawan saat menikmati hamparan bunga celosia pada hari Jumat (11/5/2018), di Padukuhan Nglaos, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) bekerja sama dengan Crescent Rating Mastercard meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk kejar Destinasi Halal Terbaik Dunia 2019.

Program yang diluncurkan Selasa (5/6/2018) di Kementerian Pariwisata ini akan menentukan peringkat destinasi-destinasi paling ramah wisatawan muslim (pariwisata halal) dengan berbagai kriteria yang sudah ditetapkan.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan menjelaskan, Crescent Rating Mastercard akan menggunakan standar global dalam menentukan index wisata halal terbaik di Indonesia.

"Selain kerjasama IMTI, kita dengan Cresent Rating Mastercard juga sinergi membedah potensi, keunggulan, dan kelemahan wisata halal Indonesia sesuai standar dunia," tutur Sofyan.

Baca: Lebaran, Layanan PDAM Balikpapan Tetap On Call 24 Jam, Catat Call Center-nya

Menurut Sofyan, standar global dan program-program percepatan pariwisata halal selama ini belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh Indonesia untuk memenangkan persaingan internasional.

"Hasil sinergi tersebut akan keluar potensi-potensi apa yang bisa dimaksimalkan dan ditingkatkan destinasi, agar menang persaingan IMTI. Tentu kordinasi dari Pemprov sampai kebupaten kota yang potensial," tambahnya.

Hasil IMTI selain akan memacu tiap daerah untuk meningkatkan kualitasnya sesuai standar internasional, juga akan memudahkan memudahkan wisatawan muslim baik mancanegara maupun nusantara untuk mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan.

Mulai dari rumah makan bersertifikasi halal, sarana ibadah (masjid ataupun mushala) yang bersih dan memadai, toilet yang berstandar halal, dan lainnya.

Baca: Anisa Bahar Alami Kecelakaan Tunggal, Begini Kondisi Terakhirnya

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya usai meresmikan program tersebut di Gedung Sapta Pesona mengatakan seluruh program ini akan mengacu pada standar internasional versi Global Muslim Travel Index (GMTI)

"Standar Global Muslim Travel Index (GMTI) dari Crescent Rating, dirasa paling representatif untuk saat ini, untuk memenangkan pariwisata ramah muslim terbaik dunia di 2019," terangnya.

Peringkat Pariwisata Halal Indonesia di Dunia Posisi Indonesia dalam GMTI 2018 saat ini berada di peringkat dua bersama Uni Emirat Arab, sebagai pariwisata halal terbaik dunia. Indonesia naik satu tingkat dari posisi tahun lalu, sedangkan peringkat satu GMTI ditempati Malaysia.

Dalam melakukan pemeringkatan, GMTI menggunakan empat kriteria penilaian dengan bobot presentasi berbeda yakni Access (10%), Communication (10%), Environment (40%), dan Services (40%). Dalam laporan GMTI tahun 2000 terdapat 25 juta wisatawan muslim di seluruh dunia, meningkat menjadi 131 juta wisatawan muslim pada 2018, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 220 juta pada tahun 2020.

Baca: Tak Hanya Pacaran, Baby Margaretha Pernah Dinikahi Chand Kelvin? Ini Penjelasan Adik Perempuannya

Tahun ini sebagai Top-9 GMTI 2018 adalah: 1. Malaysia; 2. Indonesia dan UAE; 3. Turki; 4. Arab Saudi; 5. Singapore; 6. Qatar; 7. Bahrain; 8. Oman, dan 9. Maroko. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul " Kejar Wisata Halal Terbaik Dunia, Kemenpar Terapkan Index Wisata Muslim", https://travel.kompas.com/read/2018/06/06/103647727/kejar-wisata-halal-terbaik-dunia-kemenp ar-terapkan-index-wisata-muslim.

Editor: Sumarsono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help