Stok Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donorkan Darah

Stok darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, saat ini sedang menipis.

Stok Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donorkan Darah
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO – Stok darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, saat ini sedang menipis. Diketahui, stok darah golongan A hanya tersisa 3 kantong, golongan 0 juga tiga kantong. Sementara golongan B tersedia 14 kantong dan golongan darah AB hanya tersisa 1 kantong.

Kondisi ini dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan saat Ramadan hari Raya Idul Fitri. Padahal, stok darah ini biasanya dibutuhkan untuk mengantisipasi kebutuhan pasien, terutama korban kecelakaan lalu lintas maupun situasi emergensi lainnya yang memerlukan transfusi darah.

“Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat, untuk mendonorkan darahnya di PMI Kabupaten Berau,” kataKepala Markas PMI Kabupaten Berau, Eta Setiawan, Rabu (6/6/2018).

Baca: Antara Minta Maaf, Berdoa, dan High Five, Ini Arti Sebenarnya Emoji Dua Tangan Bersatu

Eta menegaskan, PMI Berau siap melayani pendonor darah 24 jam, untuk menerima penodonor maupun pasien yang membutuhkan transfusi darah. Menghadapi mudik lebaran tahun ini, PMI juga ikut terlibat dalam Operasi Ketupat Mahakam 2018.

PMI Kabupaten Berau membangun 2 (dua) Pos Pertolongan Pertama, yaitu Pos KM 5 Poros Berau-Samarinda dan Pos Simpang 4 Pangeran Antasari, untuk membantu pemudik baik yang antar Kabupaten maupun antar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Berau.

Pos tersebut merupakan pos gabungan dari Polres Berau serta instansi terkait lain diantaranya Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Baca: Akhirnya Iqbaal Ramadhan Buka-bukaan tentang Hubungannya dengan Cewek Bule Bernama Mikaela

Setiap pos dilengkapi dengan ambulans, mobil lapangan, alat komunikasi HT dan handphone serta perlengkapan medis lengkap standar pertolongan pertama PMI, yang mulai beroperasi pada tanggal 11-21 Juni 2018 yang akan datang, untuk mengantisipasi keadaan darurat melalui proses evakuasi ke rumah sakit.

"Kami hanya sebatas melakukan proses pertolongan pertama yang berkoordinasi dengan instansi terkait yang juga bertugas di posko gabungan. Untuk tindakan lebih lanjut, akan kami bawa ke rumah sakit" imbuhnya.

PMI Kabupaten Berau akan menurunkan 8 personel pertolongan pertama, 2 personel kru ambulans, 2 personel tenaga perawat dan 1 personel tenaga bidan, yang dibagi dalam 2 shift.

Baca: Baru 5 Tahun, Bilqis Sudah Dapat Warisan Vila Mewah dari Ayu Ting Ting

Selain itu, PMI juga melayani pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada para pemudik. "Pelayanan yang kami berikan bukan hanya sebatas proses Pertolongan Pertama dan evakuasi saja, tetapi pelayanan kesehatan lain misalnya cek tekanan darah juga akan kami lakukan untuk para pemudik, terutama yang sedang melakukan perjalanan jauh" ujar Korlap Pos Mudik PMI, Sugianto.

Di Kantor PMI Kabupaten Berau juga dibuka Posko Induk yang siap menerima informasi dan melakukan pelayanan Pertolongan Pertama bagi warga. Selain itu, untuk mengantisipasi kejadian luar biasa seperti lakalantas, PMI juga terus menjaga ketersediaan stok darah dengan menghimbau masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
 

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help