Pilgub Kaltim 2018

Warga Kukar Keluhkan Jalan di Desanya, Begini Tanggapan Isran Noor soal Tol yang Dibangun APBD

Persoalan anggaran hingga grand desain pembangunan yang menyasar rakyat kecil ikut dibahas dalam pertemuan Isran Noor.

Warga Kukar Keluhkan Jalan di Desanya, Begini Tanggapan Isran Noor soal Tol yang Dibangun APBD
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Isran Noor saat membantu membuka tutup botol air mineral kepada salah satu jemaah Majelis Taklim Guru Udin, Minggu (3/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan anggaran hingga grand desain pembangunan yang menyasar rakyat kecil ikut dibahas dalam pertemuan Isran Noor bersama warga Kukar, Rabu (6/6/2018).

Hal ini juga sekaligus menjawab pertanyaan warga Muara Wis, Kukar, yakni Chairul Anwar.

Saat itu, ia mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang sudah sering diperbaiki warga secara mandiri.

"Kita ini pak, sudah uyuh perbaiki jalan. Bapak tadi sampaikan juga tak setuju dengan tol, dan ingin daerah kecamatan yang jalannya dibangun. Kalau sudah jadi Gubernur, kami ingin jalan kami diperbaiki pak, bukan malah membangun jalan tol," ucapnya.

Baca: Ribuan Warga Bendang Raya Hadiri Dialogis Isran di Kukar, Ternyata Ini yang Mereka Inginkan

Menanggapi hal itu, Isran kembali tegaskan bahwa ia bukan tipe pemimpin yang gemar berjanji-janji.

Namun, ia ikut menjelaskan alasannya mengapa tidak setuju dengan pembangunan tol yang gunakan APBD tersebut.

"Uang untuk bangun tol itu sekitar Rp 7 Triliun dari APBD Kaltim. Belum lagi pembangunan bandara yang nilainya Rp 1,5 triliun pula. Ditambah gedung-gedung baru yang dibangun saat ini. Uang ini, kalau digunakan untuk permodalan masyarakat, pembangunan jalan daerah kecamatan hingga desa, bisa membuat ekonomi Kaltim tumbuh. Tak heran kenapa di 2015 sampai 2017, ekonomi Kaltim itu termasuk ekonomi terendah di Indonesia. Pernah sampai minus 1 persen," ucapnya.

Isran ikut menyebut, siapa sebenarnya yang nantinya menikmati tol tersebut.

"Tol yang menikmati hanya orang-orang tertentu, mereka yang punya mobil. Kalau warga yang tak punya kendaraan, bagaimana bisa menikmati. Lain cerita, kalau jalan di daerah mereka yang dibangun. Itu yang punya sepeda ontel saja, sudah bisa menikmati. Bayangkan saja, kalau dana Rp 7 triliun itu untuk bangun jalan di desa kecamatan, tak ada lagi jalan rusak di Muara Wis, atau Muara Muntai," ucap Isran.

Baca: Isran Noor Kunjungi Lamaru hingga Larut Malam, Warga Inginkan Balikpapan Tak Lagi Banjir

Ke depan harus ada keterbukaan program dan pendanaan yang harus dilakukan provinsi.

"Sekarang itu jamannya keterbukaan. Harus dijelaskan, ini pitis (uang) provinsi, ini pitis Kabupaten/Kota, ini pitis swasta. Lalu, sama-sama semua pihak bicarakan apa yang mau dibangun. Libatkan Walikota, Bupati, DPRD, tokoh masyarakatnya. Tak bisa lagi bangun seenak enaknya Gubernur. Tak bisa seperti itu," ucapnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved