Diduga Terserang Epilepsi saat Melaut, Nelayan Tenggelam

Diduga kuat Beddu terkena serangan epilepsi hingga terjatuh ke dalam laut dan akhirnya tenggelam.

Diduga Terserang Epilepsi saat Melaut, Nelayan Tenggelam
ISTIMEWA
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bontang melakukan pencarian terhadap Beddu, ABK Kapal Bagang Putera Jaya yang tenggelam di Perairan Teluk Pandan, Kutim, Rabu (6/6) dini hari. 

BONTANG, TRIBUN - Abdul Rahman alias Beddu (36), nelayan asal Selambai, Kelurahan Lhoktuan, Bontang Utara, dilaporkan tenggelam, saat melaut, Rabu (6/6) dini hari. Beddu yang tercatat sebagai Anak Buah Kapal (ABK) Bagang Putera Jaya, dilaporkan tenggelam oleh rekannya, sekitar pukul 04.00 Wita, di wilayah perairan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Informasi yang dihimpun Tribun, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga kuat Beddu terkena serangan epilepsi hingga terjatuh ke dalam laut dan akhirnya tenggelam. Paman korban, Abdul (63) membenarkan keponakannya menderita penyakit tersebut sejak lama.

"Iya benar memang dia punya riwayat epilepsi," ujar Abdul, saat ditemui Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (6/6) petang.

Abdul menuturkan, korban meninggalkan rumahnya di RT 05, Selambai pada Selasa (5/6) sore. Dia bersama 9 orang regu kapal menumpangi Kapal Bagang Putra Jaya-yang biasa ditumpanginya melaut di perairan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Sekitar pukul 03.45 Wita. Bagang Putra Jaya ditarik oleh kapal motor untuk berpindah posisi. Korban menumpangi kapal Bagang ini, sedangkan rekannya dengan kapal motor menarik di depannya. Tak lama, tiba-tiba korban yang duduk di sisi kapal tercebur. Beberapa rekan korban yang melihat Baddu jatuh ke dalam laut segera melompat mencari keberadaan Beddu.

"Temannya itu kaget. Langsung terjun ke air, menyelam mencari tapi tak ketemu karena cuaca masih gelap," ungkapnya.

Sebelum kejadian, Abdul mengaku sudah punya firasat aneh dengan tingkah Beddu saat meninggalkan kediamannya. Saat itu, Abdul melihat ponakannya memejamkan mata dan berdoa sebelum keluar rumah. "Biasanya dia cuma pamit, tapi jarang sekali saya lihat berdoa khusyu seperti itu," katanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan-Kaltimra Gusti Anwar Mulyadi melalui Kasie Operasi dan Siaga Octavianto membenarkan telah mendapat laporan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, korban belum juga ditemukan. Para Tim masih melakukan pencarian di lokasi jatuhnya Abdul Rahman.

"Nanti kami kabari lagi kalau ada informasi terbaru," tukas Babinkabtibmas Kelurahan Loktuan, Bripka Bajuri. (don)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help