Pilgub Kaltim 2018

Isran Noor: Banjir, Jangan Salahkan Walikotanya! Hujan Itu Anugerah

Datang bersama Ustadz Gus Thoyib, ustadz asal Banyuwangi, Isran sempat ikut berkomentar terkait masih adanya banjir yang terjadi di ibukota.

Isran Noor: Banjir, Jangan Salahkan Walikotanya! Hujan Itu Anugerah
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Isran Noor saat hadir di buka puasa bersama di kediaman warga, Jalan Rapak Indah Samarinda, Kamis (7/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Agenda buka puasa bersama warga kembali dilakukan calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor. Kali ini di kediaman Novi Marinda Putri, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Kamis (7/6/2018).

Datang bersama Ustadz Gus Thoyib, ustadz asal Banyuwangi, Isran sempat ikut berkomentar terkait masih adanya banjir yang terjadi di ibukota.

Apalagi, saat dalam perjalanan, hujan yang mengguyur kota Samarinda masih belum mereda.

“Banjir, jangan salahkan Walikotanya. Hujan itu anugerah. Tinggal bagaimana membuat dampak hujan ini tak membuat masyarakat susah. Itu yang harus dipikirkan, bagaimana mengurangi dampaknya,” ucap Isran.

Dalam perjumpaan dengan warga Loa Duri lalu, Isran juga pernah dapatkan pertanyaa dari warga mengenai banjir di Samarinda yang terkesan tak selesai-selesai ujung persoalannya.

“Saya maunya banjir di Samarinda dibereskan. Motor saya itu seringkali mogok  ketika antar barang. Jangan sampai Samarinda itu bertahun-tahun selalu tenggelam dengan air ketika hujan. Motor saya selalu ganti oli hampir tiga kali sebulan gara-gara banjir. Pernah setengah hari tak kerja gara-gara motor tak bisa jalan. Saya sampai mau nangis. Apalago kalau melewati Antasasi hingga jalan dekat Gubernuran sekitar jalan Dirgahayu, itu motor saya sudah tak bisa lewat. Makanya, mumpunh ada pak Isran, saya sekalian sampaikan. Apa tak bosan, masyarakat Samarinda selalu ketemu masalah yang itu-itu saja?," ucap Fatimah warga Loa Duri.

Menjawab demikian, Isran menyebut banyak faktor yang membuat banjir terjadi di daerah. Persoalan ini mulai dari hulu hingga hilir, butuhkan penanga ekstra dari pemimpin.

"Banjir itu karena banyak faktor. Salah satunya sistem drainasenya jelek," ucapnya.

Persoalan lain yakni dikepungnya Samarinda oleh izin izin tambang juga ikut disuarakan. Diketahui, hampir 63 persen daerah di Samarinda masuk dalam izin pertambangan.

Halaman
1234
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help