Pencarian Nelayan Tenggelam Terhalang Gelombang Tinggi

Satu unit speed boat dengan 10 personil mencari tanda-tanda korban di lokasi kejadian. Namun hingga petang, keberadaan korban tak juga ditemukan.

Pencarian Nelayan Tenggelam Terhalang Gelombang Tinggi
ISTIMEWA
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bontang melakukan pencarian terhadap Beddu, ABK Kapal Bagang Putera Jaya yang tenggelam di Perairan Teluk Pandan, Kutim, Rabu (6/6) dini hari. 

BONTANG, TRIBUN - Pencarian Anak Buah Kapal (ABK) Bagang Putera Jaya, Abdul Rahman alias Beddu yang tenggelam di perairan Kutai Timur dilakukan petugas sejak Rabu (6/6) pagi hari.

Satu unit speed boat dengan 10 personil mencari tanda-tanda korban di lokasi kejadian. Namun hingga petang, keberadaan korban tak juga ditemukan petugas.

"Kami mulai mencari dari jam setengah 9 pagi dengan bantuan TNI AL," ujar Koordinator Water Rescue, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bontang, Arisa saat dihubungi melalui sambungan selulernya.

Baca: Diduga Terserang Epilepsi saat Melaut, Nelayan Tenggelam

Arisa mengatakan, lokasi kejadian termasuk dalam wilayah perairan dalam sekitar 35 meter. Pihaknya telah berupaya memperluas radius pencarian. Semula petugas menyisir lokasi kejadian hingga radius 500 meter. Namun, saat menjelang siang pencarian diperluas menjadi seribu meter.

Tanda-tanda keberadaan korban pun tak muncul. Pihaknya kesulitan menyisir lokasi akibat gelombang laut yang mencapai 1,5 meter di lokasi kejadian. Pencarian dapat dimaksimalkan saat pagi hingga pukul 11.00 Wita. "Setelah itu gelombang tinggi. Kami jadikan Kapal Bagang Putra Sejahtera sebagai posko sementara karena cuaca tak mendukung," ujarnya.

Pencarian terpaksa dihentikan akibat bahan bakar speed boat yang ditumpangi menipis. Pun begitu, pihak keluarga masih melakukan pencarian. Begitupun dengan tim regu lainya dari Basarnas Kutim, Polisi Air dan Laut (Polairut).

Sebelumnya diberitakan Abdul Rahman alias Beddu (36), nelayan asal Selambai, Kelurahan Lhoktuan, Bontang Utara, dilaporkan tenggelam, saat melaut, Rabu (6/6) dini hari. Beddu yang tercatat sebagai Anak Buah Kapal (ABK) Bagang Putera Jaya, dilaporkan tenggelam oleh rekannya, sekitar pukul 04.00 Wita, di wilayah perairan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Informasi yang dihimpun Tribun, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga kuat Beddu terkena serangan epilepsi hingga terjatuh ke dalam laut dan akhirnya tenggelam. Paman korban, Abdul (63) membenarkan keponakannya menderita penyakit tersebut sejak lama.

"Iya benar memang dia punya riwayat epilepsi," ujar Abdul, saat ditemui Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (6/6) petang.

Abdul menuturkan, korban meninggalkan rumahnya di RT 05, Selambai pada Selasa (5/6) sore. Dia bersama 9 orang regu kapal menumpangi Kapal Bagang Putra Jaya-yang biasa ditumpanginya melaut di perairan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Sekitar pukul 03.45 Wita. Bagang Putra Jaya ditarik oleh kapal motor untuk berpindah posisi. Korban menumpangi kapal Bagang ini, sedangkan rekannya dengan kapal motor menarik di depannya. Tak lama, tiba-tiba korban yang duduk di sisi kapal tercebur. Beberapa rekan korban yang melihat Baddu jatuh ke dalam laut segera melompat mencari keberadaan Beddu.

"Temannya itu kaget. Langsung terjun ke air, menyelam mencari tapi tak ketemu karena cuaca masih gelap," ungkapnya. (don)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help