PHBI Berau Larang Takbiran Keliling, Ini Alasannya

Keputusan ini pun menuai polemik di kalangan masyarakat, pasalnya, menurut mereka, takbir keliling merupakan bagian dari budaya

PHBI Berau Larang Takbiran Keliling, Ini Alasannya
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Tahun 2018 ini, PHBI memutuskan, tidak ada kegiatan takbiran keliling untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pemilihan gubernur. 

TRIBUNKALTIM.CO – Hari Jumat (8/6/2018), beredar video Bupati Berau, Muharram yang memberikan klarifikasi terkait keputusan Panitia Hari Besar Islam (PHBI), yang melarang aktivitas takbir keliling.

Keputusan ini pun menuai polemik di kalangan masyarakat, pasalnya, menurut mereka, takbir keliling merupakan bagian dari budaya, sekaligus kegiatan religius yang mestinya tak perlu dilarang.

Dalam video berdurasi 4 menit 53 detik ini, Muharram mengatakan, dirinya sedang melakukan dinas ke luar daerah, saat PHBI memutuskan larangan takbir keliling ini.

Baca: Lagi Ngefly, Pengedar Sabu di Balikpapan Ini Dibekuk Polisi

“Ada tugas di luar daerah, PHBI menggelar rapat yang dihadiri oleh Kemenag (Kementerian Agama), dan hasil kesimpulan mereka, tidak dilaksanakan takbran keliling,” ungkapnya. Sekembalinya dari tugas luar daerah, kata Muharram, PHBI menyampaikan hasil rapat tersebut kepada dirinya.

Muharram pun mempertanyakan hasil keputusan tersebut. Namun Muharram mendapat penjelasan, larangan takbir keliling ini betujuan untuk menjaga kondusifitas menjelang Pemilihan Gubernur Kaltim.

Selain itu, maraknya peristiwa terorisme di berbagai daerah, juga menjadi alasan bagi PHBI untuk meniadakan takbir keliling dan larangan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Menurut Muharram, selama ini kegiatan takbiran keliling, masih ada masyarakat yang menggunakan kendaraan yang tidak semestinya.

Baca: Bukannya Jual Mahal, Tapi. . . Luna Maya Ogah Beradegan Ini Meski Dibayar Rp 1 Triliun!

“Ada yang menggunakan dump truck, padahal saat lebaran kita ingin suasana nyaman dan khusuk,” kata Muharram. Meski demikian, takbiran tetap diperbolehkan selama dilakukan di masjid-masjid.

Berdasarkan surat keputusan rapat PHBI, Nomor 09/PHBI-Br/VI/2018 tentang pelaksanaan takbiran, menghimbau kepada seluruh pengurus masjid, surau dan musholla untuk dapat melaksanakan takbiran pada malam hari raya Idhul Fitri 1439 H, di tempat-tempat ibadah dan rumah masing-masing.

Muharram juga menambahkan, keputusan ini akan dievaluasi, untuk menentukan kebijakan tentang kegiatan takbiran pada hari raya Idul Fitri pada tahun-tahun berikutnya.

Baca: Naik Apa Mudik Nanti? Simak Tipsnya Yuk Biar Perjalanan Kamu Nyaman

“Nanti tahun depan, kita coba eliminasi kelemahan (kekurangan)nya. Sebagai bupati, kalau soal syiar islam, sangat-sangat bersemangat. Tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (takbir keliling ditiadakan),” jelasnya.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help