Polisi Filipina Menangkap Hampir 500 Orang Pelaku Penipuan Online, Delapan Warga Israel Terlibat

Polisi Filipina menangkap hampir 500 orang, termasuk delapan warga Israel, terlibat dalam penipuan investasi online

Polisi Filipina Menangkap Hampir 500 Orang Pelaku Penipuan Online, Delapan Warga Israel Terlibat
philstar.com
Polisi Manila menggerebek tiga buah bangunan menangkap sebanyak 500 orang diduga terlibat kasus penipuan investasi, dengan cara menguras kartu ATM para korbannya. 

MANILA-- - Polisi Filipina menangkap hampir 500 orang, termasuk delapan warga Israel, yang mereka katakan terlibat dalam penipuan investasi online yang mengorbankan orang-orang di luar negeri, termasuk di Australia dan Afrika Selatan, kata polisi Kamis (7/6).

Dalam salah penggerebekan anti-cybercrime terbesar di Filipina dalam beberapa tahun, kepala polisi Oscar Albayalde mengatakan 474 karyawan berasal dari Filipina dan orang-orang Israel ditahan. Polisi menyerbu tiga gedung di Clark Freeport, bekas pangkalan Angkatan Udara AS di utara Manila, lokasi penipuan online dilakukan.

Polisi memperlihatkan para tersangka pelaku penipuan online sebanayk 473 orang tersangak, di antaranyaada warga Israel.
Polisi memperlihatkan para tersangka pelaku penipuan online sebanayk 473 orang tersangak, di antaranyaada warga Israel. (untvweb.com)

Baca: Gara-gara Judi Online, Pria Ini Nekat Habisi Nyawa Neneknya Sendiri

Baca: Perjuangan Nenek Driver Ojek Online Ini Bikin Warganet Terharu, Ambil Orderan Gofood saat Sahur

Baca: Layanan Transfer Online BNI Sempat Alami Masalah, Begini Tanggapan Bank Bersangkutan

Para tersangka membujuk para korban untuk berinvestasi dalam saham asing di sebuah perusahaan yang berbasis di London, kemudian mengambil uang mereka melalui aplikasi online setelah mendapatkan rekening bank dan rincian kartu kredit mereka, kata Kepala Inspektur Marni Marcos, yang mengepalai kelompok Anti-Cybercrime polisi nasional.

Polisi menyita ratusan unit kompter yang digunakan untuk melakukan penipuan kepada investor.
Polisi menyita ratusan unit komputer yang digunakan untuk melakukan penipuan kepada investor. (gmanews.tv/)

Baca: PPDB Online, Ini 3 Syarat Pelajar agar Bisa Masuk SMA

Baca: Curi Motor di Kampus Demi Main Game Online, Mahasiswa Semester 8 Diciduk Sesama Mahasiswa

Baca: Banyak Info Hoax, Ini Jadwal Pasti Pendaftaran CPNS 2018 Secara Online, Catat Baik-baik Bulannya!

Orang-orang Israel ditangkap "sementara dalam tindakan mengelola, mengoperasikan dan mengelola tiga bangunan sasaran" sementara orang Filipina tertangkap berkomunikasi dan melakukan transaksi online dengan klien asing dari Eropa, Selandia Baru, Australia, Afrika Selatan dan Rusia, Albayalde mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Video polisi menunjukkan para petugas dengan senapan serbu, yang didukung oleh satuan pasukan khusus, menerobos masuk ke sebuah kantor yang luas dan berulang kali berteriak, "Angkat tangan!" saat memesan beberapa tersangka untuk tidak menyentuh komputer mereka. Beberapa orang Israel dapat terlihat dibawa pergi dengan borgol.

Para tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penipuan investasi.
Para tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penipuan investasi. (philstar.com)

Polisi menyita bukti dari komputer yang menunjukkan bahwa mereka "terlibat dalam aktivitas perdagangan online yang curang yang melibatkan jutaan dolar AS yang menjadi korban warga asing lainnya di seluruh dunia," kata Albayalde. Jaksa penuntut umum menilai pengaduan pidana terhadap para tersangka.

Beberapa korban asing melakukan perjalanan ke Filipina dan melaporkan ke polisi rincian dugaan penipuan setelah mendapatkan informasi dari beberapa anggota sindikat yang tidak puas, kata Marcos kepada wartawan.(sfchronicle.com/ps)

Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help