Olahraga Daerah

KONI Kaltim Prioritaskan Anggaran Untuk Pembinaan Atlet

KONI Kaltim menerima Rp 22,3 Miliar dari APBD 2018, namun menurut Zuhdi dana tersebut diperkirakan hanya cukup sampai Oktober tahun ini.

KONI Kaltim Prioritaskan Anggaran Untuk Pembinaan Atlet
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya di Sekretariat KONI Kaltim, Jl Kesuma Bangsa Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/6/2018).  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - KONI Kaltim bergerak cepat menatap persiapan agenda PraPON 2019. Salah satu yang menjadi fokus persiapan yaitu soal anggaran.

Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya mengatakan anggaran yang ditetima KONI Kaltim dari APBD Kaltim akan diprioritaskan untuk pembinaan atlet, khususnya persiapan menghadapi Pra PON 2019.

KONI Kaltim menerima Rp 22,3 Miliar dari APBD 2018, namun menurut Zuhdi dana tersebut diperkirakan hanya cukup sampai Oktober tahun ini. Anggaran tersebut tak hanya untuk operasional KONI, tetapi juga pembinaan atlet.

"Sementara kita sudah menjalankan TC Desentralisasi Mandiri. Tahun depan kita akan ikuti Pra PON, jadi hanya cukup sampai Oktober saja," ujar Zuhdi di sekretariat KONI Kaltim, Jl Kesuma Bangsa, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/6).

Zuhdi menilai Pra PON sebagai ajang penentuan bagi atlet Kaltim di PON. Pasalnya kesuksesan di PON 2020 tergantung bagaimana pencapaian di PraPON 2019. Oleh sebab itu KONI Kaltim tetap akan memperjuangkan dana guna menutupi keterbatasan dari APBD 2018. KONI Kaltim akan mengajukan usulan sebesar Rp 28, 9 Miliar di APBD Perubahan 2018.

"APBD-P nanti cairnya bulan 10, masanya uang itu bisa digunakan sampai tahun 2020. Kita berjuang untuk APBD-P.
Saat ini dengan keterbatasan yang ada, kita fokuskan untuk atlet, untuk pembinaan olahraga. Kita akan berusaha memohon lagi untuk APBD-Perubahan., sebab berhasilnya PON 2020 tidak lepas dari suksesnya PraPON 2019," tutur Zuhdi.

Pembinaan atlet tetap menjadi prioritas KONI Kaltim khususnya melalui Program TC desentralisasi mandiri. Program ini merupakan strategi Kaltim mengumpulkan atlet terbaik di masing-masing cabor yang berpotensi meraih medali PON 2020 mendatang. Program ini akan berjalan degan baik apabila didukung pendanaan yang mumpuni.

"Dana yang kita terima dan perjuangkan ini untuk menyambung TC desentralisasi mandiri. Agar keberlangsungan TC desentralisasi mandiri tetap terjaga dan siap saat PraPON 2019," ucapnya. (dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help