Penerbangan Subsidi Perintis Kargo ke Long Apung Dibatasi Sampai 800 Kilogram

Penerbangan subsidi angkutan udara perintis kargo ke dua daerah pedalaman di Provinsi Kaltara masing-masing Long Apung dan Long Bawa.

Penerbangan Subsidi Perintis Kargo ke Long Apung Dibatasi Sampai 800 Kilogram
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Petugas Susi Air memasukkan bahan-bahan sembako yang akan dikirim dari Bandara Juwata Tarakan ke Long Apung Kabupaten Malinau, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Penerbangan subsidi angkutan udara perintis kargo ke dua daerah pedalaman di Provinsi Kaltara masing-masing Long Apung dan Long Bawan menggunakan maskapai penerbangan Susi Air.

Untuk mengangkut kargo ini dibatasi sampai 800 kilogram.

Manager Susi Air Regional Kalimantan, Rendy Shamir Lubis mengungkapkan, pesawat yang akan mengangkut kargo berupa bahan-bahan sembako ini menggunakan pesawat jenis Cesna Karavan C 208 yang kapasitasnya dapat mencapai 1.000 kilogram.

“Kita batasi berat kargonya maksimal 800 kilogram, karena melihat dari jarak tempuhnya. Sebab jarak tempuh dari Tarakan menuju Long Apung itu 1 jam 10 menit,” ucap pria yang dipanggil Rendy, usai peresmian penerbangan perdana subsidi perintis kargo di Bandara Juwata Tarakan, Sabtu (9/6/2018).

Baca: Segini Dana yang Disubsidi Ditjen Udara untuk Penerbangan Perintis Kargo di Kaltara

Rendy mengatakan, jadwal pengangkutan kargo dari Tarakan menuju Long Apung dan Long Bawan dilakukan seminggu sekali.

“Untuk rute Tarakan-Long Apung penerbangannya dilakukan setiap Jumat. Sedangkan rute Tarakan-Long Bawan setiap Senin,” katanya.

Menurut Rendy, sesuai dengan perjanjian pemerintah, untuk barang yang diangkut untuk penerbangan perintis kargo ini tidak semua item, namun hanya beberapa item saja.

Sehingga barang yang berbahaya, seperti tabung gas elpiji tidak diangkut.

Baca: Mudik ke Semarang Lewat Bandara Ahmad Yani yang Baru? Jangan Bingung Berikut Panduannya

Rendy menambahkan, sesuai perjanjian dengan Ditjen, penerbangan subsidi perintis ini hanya dikhususkan untuk mengangkut kargo dan bukan penumpang.

“Kalau penerbangan dari Tarakan menuju Long Apung kita angkut barang sembako saja. Nanti dari Long Apung ke Tarakan kita tidak boleh mengangkut penumpang, melainkan hasil kerajinan tangan dari masyarakat Long Apung,” katanya.

Rendy mengaku, sebenarnya pesawat jenis Cesna Karavan C 208 digunakan untuk mengangkut penumpang sebanyak 12 orang.

Baca: Jauhi 6 Sikap Ini Ya Kalau Lagi Naksir Gebetan, Bisa-bisa Si Dia Kabur Loh. . .

Namun karena penerbangan subsidi perintis ini digunakan untuk kargo, sehigga pesawat ini dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhannya.

“Ini pesawat biasanya kita gunakan untuk mengangkut penumpang. Tapi nanti kalau kita sudah selesai mengangkut kargo ke Long Apung dan Long Bawan, pesawat ini kita fungsikan kembali menjadi pesawat yang mengangkut penumpang,” ujarnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help